Rayakan 70 Tahun Hubungan Bilateral, Gubernur Jenderal Australia Berpidato Bahasa Indonesia

Gubernur Jenderal Australia David Hurley melakukan pidato dalam bahasa Indonesia saat perayaan 70 tahun hubungan kedua negara, sekaligus peringatan HUT ke-74 RI.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 September 2019  |  22:45 WIB
Rayakan 70 Tahun Hubungan Bilateral, Gubernur Jenderal Australia Berpidato Bahasa Indonesia
Gubernur Jenderal Australia David Hurley menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia saat Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke/74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra.

Bisnis.com, SEMARANG—Gubernur Jenderal Australia David Hurley melakukan pidato dalam bahasa Indonesia saat perayaan 70 tahun hubungan kedua negara, sekaligus peringatan HUT ke-74 RI.

Dalam siaran resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra Minggu (15/9/2019), KBRI mengadakan Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra.

Sekitar 400 tamu undangan hadir, seperti para duta besar dan komunitas diplomatik di Canberra, perwakilan parlemen Australia, senator, dan pemerintah, sektor bisnis Australia, media, serta "Friends of Indonesia".

Para tamu disambut oleh pagelaran Gamelan Bali dan pertunjukan Tari Bali, yang dipersembahkan oleh Grup Sekar Langit yang terdiri dari seniman Indonesia dan Australia.

Gubernur Jenderal Australia David Hurley menyampaikan penghargaan atas hubungan erat antara Indonesia dan Australia yang telah tumbuh makin menguat.

Gubernur Jenderal yang mengenakan batik Indonesia mengejutkan hadirin ketika menyampaikan pidatonya dalam Bahasa Indonesia.

“Saya percaya bahwa Australia memiliki ambisi yang sama dengan Indonesia sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa jika kita memiliki visi, kita dapat membuat lompatan ke depan untuk mencapai kemajuan lebih cepat daripada negara lain,” paparnya.

Menurut Hurley, Indonesia dan Australia memiliki banyak kesamaan. Salah satunya adalah di bidang keamanan dan kemakmuran, sehingga masa depan hubungan kedua negara semakin saling terkait erat.

Kristiarto Legowo, Duta Besar Indonesia di Canberra, menyampaikan bahwa HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2019 sangat tepat waktu dan dan memiliki arti penting, karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.

Hubungan bilateral yang didukung dengan semangat persahabatan sejati, didasarkan pada prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan.

“Indonesia dan Australia memilih untuk berteman dengan satu sama lain dan itu adalah teman yang saling membutuhkan karena persahabatan kedua negara bersifat 2 arah,” ujarnya.

Legowo juga menggarisbawahi pentingnya upaya bersama Indonesia-Australia untuk menghadapi tantangan yang ada di depan dengan mengutip pepatah Indonesia, yakni berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

“Many hands make work lighter,” imbuhnya.

Setelah pidato tersebut, Legowo memberikan nasi tumpeng kepada Gubernur Jenderal. Tumpeng atau Tumpengan adalah tradisi adat Indonesia sebagai simbol perayaan dan terima kasih kepada Tuhan YME.

Resepsi ini juga dimeriahkan oleh penampilan Royal Australia College (RMC) Band Australia yang memainkan lagu kebangsaan Indonesia dan Australia pada pembukaan acara Resepsi.

Kemudian disusul dengan lagu-lagu Indonesia dan Australia, yaitu Tanah Airku, Nyiur Hijau, dan You Are My Sunshine.
 
Para tamu juga dimanjakan dengan berbagai hidangan khas Indonesia, seperti nasi goreng, rendang daging sapi, dan sate ayam. Selain itu, makanan ringan tradisional seperti wingko babat, kelepon, pisang goreng, dan rempeyek juga disediakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bilateral, australia, ri-australia, hubungan diplomatik

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top