MUI Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Sosial Budaya Tangani Papua

MUI minta pemerintah kedepankan dialog dan soaial budaya dalam mengatasi kerusuhan dinPapua.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 05 September 2019  |  12:51 WIB
MUI Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Sosial Budaya Tangani Papua
Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah mengambil pendekatan dialog dan sosial budaya dalam menyelesaikan kerusuhan di Papua. Mereka juga mendorong adanya pertemuan antara pemerintah pusat dengan tokoh adat dan masyarakat setempat.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah bijak dan tegas baik melalui pendekatan sosial budaya maupun penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) terhadap kisruh di Papua.

Menurutnya, masalah Papua harus ditangani secara serius dan hati-hati dengan mencari solusi yang komprehensif. Langkah ini diharapkan agar kerusuhan di provinsi itu tidak menimbulkan ekses negatif bagi kehidupan masyarakat.

"MUI mendorong untuk diselenggarakan dialog antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang menjadi representasi masyarakat Papua untuk menemukan solusi dan pemecahan masalah yang dapat mengakomodasi aspirasi seluruh kelompok kepentingan di Papua," katanya melalui melalui pesan instan, Kamis (5/9/2019).

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat memberikan solusi adil, manusiawi, komprehensif dan bermartabat baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

MUI meminta kepada masyarakat untuk ikut membantu menjaga suasana aman dan damai di Papua. Selain itu, pihaknya meminta pihak asing untuk tidak melakukan tindakan provokasi yang dapat memanaskan situasi di Papua.

Zainut Tauhid juga mengimbau kepada semua pihak untuk membantu mendinginkan suasana agar masalah Papua dapat segera di atasi dan dicarikan solusinya.

"Selanjutnya MUI meminta kepada kepolisian untuk menangkap dan memproses hukum kelompok yang memicu kerusuhan atas tindakan rasis terhadap masyarakat Papua termasuk terhadap aktor intelektual dan provokator kerusuhan yang ingin memecah belah masyarakat Papua," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, papua barat

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top