Hebat, Ketua DPR Brasil Minta Penggundulan Hutan Amazon Dilawan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Rodrigo Maia mengatakan Kongres Brazil harus mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam penggundulan hutan di Amazon.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2019  |  11:33 WIB
Hebat, Ketua DPR Brasil Minta Penggundulan Hutan Amazon Dilawan
Kebakaran Amazon - Reuters

Bisnis.com, RIO DE JANEIRO, Brasil - Parlemen Brasil menggulirkan langkah konkret melawan penggundulan di Hutan Amazon.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Rodrigo Maia mengatakan Kongres Brazil harus mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam penggundulan hutan di Amazon.

Maia menyatakan kekhawatirannya soal kerusakan yang disebabkan kebakaran hutan hujan terhadap citra sektor agribisnis Brasil di mata dunia.

Berbeda dengan Presiden Jair Bolsonaro, Maia mengatakan kepada awak media pada Senin bahwa ia tidak akan memperdebatkan soal apakah perbatasan daerah permukiman suku asli harus diperbarui.

Bolsonaro dihujani kritikan lantaran lamban mengatasi kebakaran hutan.

Tak hanya itu, rencana dia untuk mengembangkan pertanian dan pertambangan di Amazon, termasuk di lahan daerah permukiman yang dilindungi, juga ikut dikecam.

Saat ribuan titik api melahap Amazon, hutan hujan terbesar di dunia, sebagian suku asli mengandalkan doa dalam upaya menghentikan kehancuran dan memohon perlindungan bagi lingkungan hidup mereka untuk generasi masa depan.

Di Desa Feijo, di Brasil barat yang dekat ke perbatasan dengan Peru, masyarakat asli suku Shanenawa pada Minggu (1/9) menggelar upacara guna berusaha menemukan kedamaian antara manusia dan alam. Dengan wajah dicat, puluhan warga asli menari dalam lingkaran saat mereka berdoa agar kebakaran segera berakhir.

"Kami ingin perdamaian dan cinta," kata Tekaheyne Shanenawa, seorang tetua Shanenawa, kepada Reuters, saat ia berada di lingkaran sebagai bagian dari upacara tersebut. "Perdamaian, keharmonisan dan pendidikan akan menghentikan kebakaran ini, yang telah merusak Amazon."

Puluhan ribu titik api tercatat bermunculan di Amazon selama musim kering tahun ini. Jumlah itu adalah yang terbanyak setidaknya satu dasawarsa terakhir ini.

Pada saat yang sama, Jair Bolsonaro --sang presiden baru Brazil dari sayap kanan-jauh-- berargumentasi bahwa hutan perlu dieksploitasi. Argumentasi seperti itu juga ia lancarkan pada saat daerah permukiman suku India menyusut dengan cepat.

"Jika kebakaran terus seperti ini, dalam 50 tahun kita takkan lagi melihat hutan tersisa ," kata Bainawa Inu Bake Huni Kuin, tetua lainnya.

"Kami takkan merasa aman menyangkut apa yang kami miliki, pada kebudayaan kami, pada bahasa kami, pada nyanyian kami. Tanpa hutan, kami takkan bisa bertani, kami takkan bisa makan. Tanpa tanah kami, kami takkan bisa hidup," ujarnya. 

Kebanyakan wilayah Amazon berada di Brazil, tapi banyak bagiannya juga berada di Kolombia dan Peru --tempat api juga sudah dideteksi.
Warga Shanenawa berjumlah sebanyak 720 orang dan tinggal di 23.000 hektar lahan.

Reaksi keras telah bermunculan, terutama ditujukan terhadap pemerintah Bolsonaro, yang mengakui tidak memiliki sumber daya untuk menjinakkan si jago merah. Banyak titik api diduga ditimbulkan oleh para peternak dan petani kedelai. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan, amazon

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top