Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pimpin Ratas Papua, Jokowi Minta Tindak Tegas Pelaku Provokasi

Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada toleransi bagi perusuh di Papua, baik aparat keamanan dan masyarakat sipil.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  20:20 WIB
Petugas INAFIS Mabes Polri bersama Polda Papua Barat melakukan olah tempat kejadian perkara pembakaran kantor DPRD Provinsi Papua Barat di Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/8/2019). - ANTARA / Toyiban
Petugas INAFIS Mabes Polri bersama Polda Papua Barat melakukan olah tempat kejadian perkara pembakaran kantor DPRD Provinsi Papua Barat di Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/8/2019). - ANTARA / Toyiban

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada toleransi bagi perusuh di Papua, baik aparat keamanan dan masyarakat sipil.

Dalam pengantar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jokowi menegaskan tindakan tegas akan dilakukan kepada siapapun yang melakukan tindakan rasisme sehingga membuat situasi semakin buruk.

"Saya dapat laporan hukum [tindakan hukum] dilakukan baik aparat hukum maupun oknum sipil maupun militer yang lakukan tindakan itu juga dikerjakan tanpa kecuali," ujar Jokowi, Jumat (30/8/2019).

Tak hanya itu, dia memerintahkan kementerian dan lembaga terkait segera memulihkan situasi keamanan dan ketertiban di Papua sehingga aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan bisa kembali berjalan.

"Saya percaya bahwa warga di Papua adalah warga yang cinta damai, cinta kepada bangsa dan negara,"tambahnya.

Sejumlah menteri dan kepala lembaga yang hadir antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno L. P Marsudi.

Selain itu Kepala Badan Intelejen Negara Budi Gunawan, Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Tjahjanto, dan Kapolri Tito Karnavian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua kerusuhan
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top