Negara Anggota G7 Siap Bantu Atasi Kebakaran Hutan Amazon

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa para pemimpin negara-negara industri utama dunia (G7) hampir mencapai kesepakatan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan Amazon.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  07:40 WIB
Negara Anggota G7 Siap Bantu Atasi Kebakaran Hutan Amazon
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa para pemimpin negara-negara industri utama dunia (G7) hampir mencapai kesepakatan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan Amazon.

"Ada konvergensi nyata untuk mengatakan: 'mari kita semua setuju untuk membantu negara-negara yang dilanda kebakaran ini'," katanya kepada wartawan di sela KTT G7 di Biarritz, Prancis, dikutip dari Reuters, Senin (26/8/2019).

Macron menuturkan, negara-negara G7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Prancis, Italia, Inggris, dan Kanada, sedang menyelesaikan kemungkinan kesepakatan tentang bantuan teknis dan keuangan.

Macron mendorong isu kebakaran Amazon ke puncak agenda KTT G7 setelah menyatakan mereka darurat global dan memulai diskusi tentang bencana tersebut pada jamuan makan malam selamat datang untuk para pemimpin lainnya pada Sabtu (24/8).

Seorang pejabat Uni Eropa, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan bahwa para pemimpin G7 telah sepakat untuk melakukan segala yang mereka bisa untuk membantu mengatasi kebakaran. Presiden Macron diberikan mandat untuk menghubungi semua negara di kawasan Amazon untuk melihat apa yang dibutuhkan.

Jumlah kebakaran di hutan hujan Amazon yang mencapai rekor tahun ini menarik perhatian internasional karena pentingnya Amazon bagi lingkungan global.

Pekan lalu, Presiden Macron menuduh pemerintah Presiden Brasil Jair Bolsonaro tidak melakukan upaya yang cukup untuk melindungi daerah itu dan berbohong tentang komitmen lingkungannya.

Macron mengatakan, kekuatan dunia perlu siap untuk membantu reboisasi Amazon. Namun dia mengakui ada pandangan yang berbeda tentang aspek ini.

"Ada beberapa sensitivitas yang diangkat di atas meja karena semua itu juga tergantung pada negara-negara Amazon," katanya, seraya menambahkan bahwa hutan hujan terbesar di dunia itu sangat vital bagi masa depan planet ini.

“Sambil menghormati kedaulatan, kita harus memiliki tujuan reboisasi dan kita harus membantu setiap negara untuk berkembang secara ekonomi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amazon

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top