Kemenristekdikti Klaim Proyek KST Bangun Ekonomi Riset

KST meruapakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Pembentukan kawasan ini mengacu kepada Peraturan Presiden (Perpres) No. 106/2017 Tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST).
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  23:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyebutkan Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) telah berhasil memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi nasional dan daerah.

KST meruapakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Pembentukan kawasan ini mengacu kepada Peraturan Presiden (Perpres) No. 106/2017 Tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST).

Kemal Prihatman, Plt. Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristekdikti menyebutkan kontribusi nyata itu terlihat dimana sejumlah KST telah menjadi pusat inovasi dan berhasil menjual produk riset yang dikembangkannya.

"KST IPB misalnya, kawasan yang di “launching” tahun 2017 itu, telah melaksanakan berbagai kegiatan inovasi dan memberikan layanan komersialisasi hasil riset melalui kegiatan inkubasi hingga spin-off usaha," kata Kemal dalam keterangan tertulis, Minggu (25/8/2019).

Menurutnya KST di IPB telah menghasilkan sejumlah produk seperi ekstrak kosmetik dari rumput laut, vaksin flu burung, produk pelancar air susu ibu, hingga minuman kesehatan penurun kolesterol.

Kemal menyebutkan hingga pertengahan 2019 ini, pihaknya berfokus mengembangkan KST melalui pengembangan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, hingga peningkatan hilirisasi hasil riset.

"Fasilitasi tersebut diberikan kepada 18 lokus binaan KST Kemenristekdikti," katanya.

Sementara itu, untuk para pelaku bisnis teknologi pihaknya memfokuskan pembinaan melalui mekanisme inkubator. Bagi para pegiat teknologi ini pemerintah akan berfokus untuk penguatkan fasilitas unsur seperti penyiapan Space, Shared, Services, Support, Skill Development, Seed Capital, dan Synergy. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenristekdikti

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top