TNI & Polri Pastikan Masyarakat Papua di Jakarta Tetap Aman

Aparat TNI-Polri memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat di DKI Jakarta termasuk warga Papua.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  16:20 WIB
TNI & Polri Pastikan Masyarakat Papua di Jakarta Tetap Aman
Massa yang tergabung dalam Mahasiswa Papua Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme membentangkan poster saat menggelar unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). Dalam aksi tersebut mereka mengutuk pelaku pengepungan asrama kamasan Papua di Surabaya serta mendesak untuk menangkap dan mengadili aktor intelektual dibalik peristiwa tersebut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Aparat TNI-Polri memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat di DKI Jakarta termasuk warga Papua.

Pernyataan ini menyikapi aksi protes yang dilakukan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

Dalam silaturrahmi Forkopimda DKI Jakarta bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat Papua di Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya sepakat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat termasuk dari Papua.

"Segenap masyarakat dari suku apapun, kami pastikan ketertiban dan kenyamanan bagi semua, bagi yang bekerja silakan bekerja yang kuliah silakan kuliah tanpa adanya intimidasi," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono, Kamis (23/8/2019).

Pangdam Jaya meminta masyarakat tokoh Papua dan Papua Barat yang berada di Ibukota tidak perlu khawatir dalam menjalankan rutinitas harian. Aparat TNI dan Polri memastikan keamanan bagi semua.

"Jangan ada rasa takut sedikitpun kami semua akan melindungi, kami adalah orang terdekat yang melindungi saudara-saudara semuanya," katanya di hadapan masyarakat Papua di Jakarta.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan saat ini ada sejumlah negara yang tidak senang dengan kondisi di Tanah Air. Apalagi diketahui pada 2030 diperkirakan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar Dunia.

Menurutnya, upaya perpecahan dilakukan melalui media sosial. Seperti mengkapitalisasi media sosial dengan menyampaikan narasi kebencian yang disampaikan secara terus menerus.

"Narasi kebencian disampaikan secara terus menerus sehingga orang tidak percaya lagi pada fakta tapi opini yang bermunculan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, kerusuhan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top