Dinas Pendidikan DKI Jakarta Fasilitasi Kemitraan SMK dan Industri

Pemprov DKI Jakarta akan mengadakan loka karya pada awal September 2019 untuk menghubungkan kebutuhan industri dan kurikulum sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  08:43 WIB
Dinas Pendidikan DKI Jakarta Fasilitasi Kemitraan SMK dan Industri
ilustrasi. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengadakan loka karya pada awal September 2019 untuk menghubungkan kebutuhan industri dan kurikulum sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta.

Adapun, loka-karya tersebut akan diikuti oleh seluruh SMK di Jakarta, anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jakarta, dan anggota Kadin pusat.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan peserta loka karya tersebut merupakan anggota Majelis Kemitraan Pendidikan Kejuruan dan Industri. Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Waluyo Hadi mengklaim majelis tersebut hanya ada di Jakarta.

Waluyo mengatakan konsep kelas industri adalah cara terbaik bagi pelaku industri dan SMK agar lulusan SMK tepat guna. Pada loka karya tersebut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan mencoba menghubungkan 72 jurusan yang ada di SMK di Jakarta dengan pelaku industri yang memiliki kaitan dengan Jakarta.

“Kalau dalam target kami sebenarnya [dalam] masa periode gubernur ini minimal semua SMK punya satu kelas industri. Artinya, [siswa SMK] kelas 10 full di sekolah dengan kurikulum insight industri, tapi mulai kelas 11 itu diharapkan selang-seling dengan kegiatan di industri,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (7/8/2019).

Waluyo mengatakan saat ini ada 63 SMK negeri dan 582 SMK swasta. Adapun, pihaknya menargetkan seluruh SMK negeri akan bermitra dengan pelaku industri dengan mengadakan kelas industri pada 2021. “Berikutnya akan kami fasilitasi pada SMK swasta.”

Waluyo menjelaskan pihaknya memprioritaskan SMK negeri lantaran infrastruktur pengajaran di SMK negeri lebih lengkap dibandingkan SMK swasta. Adapun, pemitraan antara SMK negeri dan pelaku industri akan menghasilkan konsep yang dapat diadopsi oleh SMK swasta.

Waluyo mengatakan sebagian SMK di Jakarta telah mengadakan kemitraan dengan pelaku industri seperti PT Astra Daihatsu Motor, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Waluyo mengklaim sebanyak 30% dari jurusan manajemen bisnis di SMK di Jakarta telah bermitra dengan pelaku industri.

Di samping itu, Waluyo menuturkan kemitraan tersebut juga dapat menekan biaya investasi mesin ajar. Pasalnya, siswa akan mempelajari mesin-mesin tersebut di pabrikan mitra pelaku industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pendidikan Vokasi

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top