TERAS ISTANA : Listrik Mati, Bikin Wapres JK Enggak Bisa Nonton TV dan Telepon Menteri

"Saya kira Anda semua juga tiba-tiba merasa kesepian. Listrik itu sangat penting bagi kita, bukan hanya sebagai penerangan atau apapun. Kita jadi merasa kesepian di rumah."
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  12:28 WIB
TERAS ISTANA : Listrik Mati, Bikin Wapres JK Enggak Bisa Nonton TV dan Telepon Menteri
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Jakarta. - Bisnis/Anggara Pernando

Kabar24.com, JAKARTA — Akhir pekan lalu, Jakarta dan sekitarnya heboh karena tiba-tiba listrik padam. Padamnya listrik terjadi di waktu hampir bersamaan dan berlangsung dalam waktu yang lama.

Blackout di Jakarta langsung menjadi trending topic di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial mencurahkan kisah mati listriknya. Ada yang cerita bahwa listrik di kediamannya sudah 12 jam padam, ada pula yang lebih.

Sampai-sampai ada yang posting ikan peliharaannya mati karena gangguan listrik tersebut.

Rupanya, cerita mati listrik di Ibu Kota juga dialami Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saat mati listrik, Wapres Jusuf Kalla baru saja mengikuti kegiatan Family Gathering  Kabinet Kerja di Istana Bogor.

Sepulang dari Bogor, Wapres pulang ke kediaman pribadinya di Kebayoran, Jakarta Selatan. Di tempat wapres tinggal, aliran listrik juga terputus.

Akibatnya, Wapres Kalla tidak bisa memantau perkembangan karena semua saluran yang berkaitan dengan jaringan listrik, terputus.

Wapres tidak bisa menonton televisi, tidak bisa menghubungi pejabat terkait karena jaringan telekomunikasi juga terputus.

"Mau nonton TV enggak ada, tidak bisa menghubungi siapa-siapa. Bahkan mau cari menteri enggak bisa. Betul-betul merasa tiba-tiba sepi. Di Diponegoro [rumah dinas] sendiri enggak soal, karena ada back up generator [genset]. Walaupun di rumah saya Kebayoran enggak ada [genset], tetapi kemudian PLN bantu," katanya.

Atas peristiwa itu, Wapres Kalla menyatakan semua pihak kecewa dan menyesal atas blackout yang terjadi di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

"Saya kira Anda semua juga tiba-tiba merasa kesepian. Listrik itu sangat penting bagi kita, bukan hanya sebagai penerangan atau apapun. Kita jadi merasa kesepian di rumah," ujarnya di Kantor Wapres RI, Selasa (6/8/2019).

Untuk itu, Wapres meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mencari sebab dan segera menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Bahjkan, Wapres meminta semua pihak mencermati, termasuk pernyataan dari pihak kepolisian yang mengatakan penyebab teknis karena pohon yang terlalu tinggi sehingga sebabkan flash atau lompatan listrik.

Meski demikian, hal yang dicermati Wapres Kalla adalah tidak imbangnya pembangkit listrik di bagian timur dan barat.

"Karena itu, Jawa barat termasuk DKI Jakarta sistem energinya harus bertingkat. Harus punya pengamannnya dan cadangan [listrik] yang lebih tinggi," katanya.

Peristiwa matinya listrik di Jakarta sempat membuat Presiden Joko Widodo geram dan mendatangi Kantor PLN pada Senin (5/8/2019). Presiden juga mengingatkan agar PLN mengantisipasi segala kemungkinan dalam mengelola listrik di Indonesia.

Apalagi, selama ini listrik juga dianggap sebagai satu indikator dalam mengukur kelayakan investasi satu negara.

Kalau sudah terjadi seperti akhir pekan lalu, semua baru menyadari bahwa ada yang perlu diperbaiki dari sistem tata kelola energi di Tanah Air. Jangan sampai terulang lagi peristiwa yang membuat publik memendam kecewa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik, jusuf kalla, Wapres JK

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top