Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 9 Wejangan Mbah Moen : Membuat Orang Pintar Menjadi Orang yang Benar

Kiai karismatik  Maimun Zubair meninggal dunia Selasa pagi (6/8/2019) sekitar pukul 08.17 WIB atau pukul 04.17 waktu Makkah. Salah satu wasiat Mbah Moen adalah pesannya tentang hal yang diperlukan untuk membuat orang pintar menjadi orang benar.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  10:59 WIB
Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair - Antara
Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kiai karismatik  Maimun Zubair meninggal dunia Selasa pagi (6/8/2019) sekitar pukul 08.17 WIB atau pukul 04.17 waktu Makkah.

Mbah Moen, demikian sapaan almarhum, dikenal sebagai ulama yang memiliki catatan aktivitas di dunia politik.

Salah satu Mustasyar (Dewan Penasehat) PBNU ini juga menjadi Ketua Majelis Syariah PPP. 

Sebagai ulama sekaligus politisi, Mbah Moen dikenal sebagai sosok yang gigih dan selalu memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Terkait nilai, Mbah Moen di antaranya memberikan wasiat tentang perlunya membuat orang “Pintar” menjadi orang yang “Benar”. Hal itu, ujarnya bisa dilakukan dengan adanya kejernihan hati dan keluasan jiwa.

Hal itu disampaikan Mbah Moen saat memberikan wejangan KH Maimoen Zubair dalam Haul PP. Denanyar Jombang, 28 Maret 2017, seperti ditulis AnsorJabarOnline mengutip situs suaraislam (28/3/2017).

Sembilan pesan dari Mbah Moen dalam bahasa Jawa diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut:

1. Ora kabeh wong pinter kuwi bener

(Tidak semua “orang yang pintar/cerdas/intelektual” itu adalah orang yang “benar/lurus”)

2. Ora kabeh wong bener kuwi pinter

(Tidak semua orang yang “benar/lurus” adalah orang “pintar/cerdas/intelektual”)

3. Akeh wong pinter ning ora bener

(Banyak orang “pintar/cerdas/intelektual” tapi tidak “benar/lurus”)

4. Lan akeh wong bener senajan ora pinter

(Dan banyak “orang benar/lurus” meski pun dia tidak/bukan “orang pintar/cerdas/intelektual”)

5. Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener

(Namun, daripada jadi “orang pintar/cerdas/intekektual” tapi tidak “benar/lurus”)

6. Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter

(Lebih baik menjadi orang "benar/lurus" meskipun dia tidak “pintar/cerdas/intelektual)

7. Ono sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener

(Ada yang lebih hebat/bagus, yaitu menjadi orang yang “pintar/cerdas/intelektual” yang selalu berbuat “benar/lurus”).

8. Minterno wong bener kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter

(Membuat “pintar/cerdas/intelektual” orang yang “benar/lurus” itu lebih mudah dari pada membuat “orang pintar/cerdas/intelektual” menjadi orang yang “benar/lurus”).

9. Mbenerake wong pinter, kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dodho….!”

(Membuat orang “cerdas/pintar/intelektual” menjadi orang yang “benar/lurus”, itu membutuhkan kejernihan/kebeningan hati dan keluasan jiwa….!).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obituari Mbah Moen
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top