Simak, Informasi Seputar e-Learning di Sini

Executive Programme Director of LSPR e-Learning, Ari S Widodo Poespodihardjo PhD menuturkan program e-learning atau pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan langkah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Agustus 2019  |  11:20 WIB
Simak, Informasi Seputar e-Learning di Sini
Executive Programme Director of LSPR e-Learning, Ari S Widodo Poespodihardjo PhD. JIBI/Bisnis - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Executive Programme Director of LSPR e-Learning, Ari S Widodo Poespodihardjo PhD menuturkan program e-learning atau pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan langkah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh.

 “Proses pembelajaran ini tidak hanya memindahkan materi melalui bentuk digital, namun kami menyiapkan suatu sistem pendidikan yang terpadu melalui fasilitas teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) yang akan membimbing proses pembelajaran bagi mahasiswa,” kata Ari kepada Bisnis.

Dikatakan, ada modul pembelajaran berupa learning management system (LMS), segala materi disampaikan dalam berbagai bentuk seperti video, powerpoint, tugas-tugas terkait, ujian, dan lain sebagainya.

Kemudian, dalam modul tersebut mahasiswa dan dosen dapat saling memberikan respon terkait proses pembelajaran yang berlangsung.

“Secara struktur tidak berbeda dari sistem kuliah konvensional, mahasiswa disini diibaratkan sedang berada dalam suasana perkuliahan, sehingga bila menjawab tentang absensi dapat dilakukan melalui pengerjaan tugas atau quiz,” imbuhnya.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam metode mengajar konvensional yang tidak dapat diterapkan melalui PJJ, seperti kegiatan diskusi kelompok dan beberapa metode lain, sehingga LSPR melakukan berbagai metode dalam mentransformasikan perkuliahan yang diberikan.

“LSPR saat ini memiliki ragam siswa tidak hanya dari sabang sampai merauke, melainkan juga hingga luar negeri, sehingga kami membuka peluang untuk menjembatani proses pembelajaran yang sebelumnya masih awam dengan akses yang lebih luas untuk menjangkau berbagai anak didik untuk mengenyam bangku pendidikan,” ungkapnya.

Program ini umumnya dilakukan oleh masyarakat yang sudah bergelut dalam dunia kerja yang membutuhkan kualifikasi yang minimal, sehingga beda dengan kelas regular atau konvensional adalah sebagai jembatan bagi berbagai situasi karakter yang dimiliki setiap peserta didik.

Diungkapkan, kampus yang melakukan program PJJ adalah kampus yang ingin melebarkan diri tanpa harus memperbesar secara tampilan fisik, karena dalam beberapa situasi kemampuan fisik dari masing-masing kampus bila ingin ditingkatkan memiliki batasan seperti di Jakarta adalah kendala tanah, sehingga PJJ mampu menangkap peluang tersebut.

Melakukan program PJJ juga secara tidak langsung akan mendorong pemerintah dan pelaku bisnis khususnya provider untuk meningkatkan layanan dari konektivitas internet di berbagai daerah.

“Kesiapan teknis Indonesia dari segi konektivitas internet saat ini cenderung relatif stabil, kemudian akses internet di beberapa kabupaten lain sedang digencarkan dalam pembangunan strukturnya, sehingga ini merupakan sebuah peluang yang besar dalam peningkatan layanan dan konektivitas,” pungkas Ari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kampus, internet, pendidikan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top