Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Anggap Kualitas Golkar di Era Kepemimpinan Airlangga Turun

Anggapan ini muncul karena turunnya elektabilitas Golkar di Pemilu 2019.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  03:59 WIB
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Golkar dianggap perlahan turun kualitasnya menjadi parpol medioker. Anggapan ini muncul karena turunnya elektabilitas Golkar di Pemilu 2019.

Menurut pengamat politik Satyo Purwanto, Golkar selama ini merupakan parpol yang diperhitungkan dalam setiap pemilu dan konsolidasi politik. Namun, kondisi itu tak ditemukan lagi sejak Golkar dipimpin Ketua Umum Airlangga Hartarto.

"Seharusnya Golkar yang berada di posisi kedua di Pileg, dia seharusnya bisa menentukan arahnya ke mana. Kapasitas Golkar itu bukan kelas medioker," kata Satyo dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (30/7/2019).

Perolehan suara Golkar di Pileg 2019 menurun dibanding Pileg 2014. Pada pemilu lima tahun lalu, partai beringin ini mendapat 14,7 persen suara dan menjadi peraih suara terbanyak kedua.

Akan tetapi, suara Golkar merosot hingga 12,31 persen pada Pileg 2019. Perolehan itu di bawah suara PDI Perjuangan yang meraih 19,33 persen dan Gerindra dengan 12,57 persen.

Menurut Satyo, penurunan citra dan suara Golkar diakibatkan salah satunya oleh kurangnya kecakapan Airlangga dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Umum. Dia menganggap harusnya Airlangga bisa memimpin kader-kader Golkar untuk melakukan manuver dan punya nilai tawar kuat.

Karena menurunnya elektabilitas dan kualitas Golkar, maka Satyo menganggap wajar jika kader Golkar akhirnya mengevaluasi kepemimpinan Airlangga.

"Golkar harusnya bisa mengusung kader untuk menjadi ketum dan menuju partai besar. Hari ini yang masuk sebagai partai besar justru Gerindra. Harusnya ketum Golkar ini levelnya sama dengan PDIP dan Gerindra," ujarnya.

Sebagai catatan, selain rendah, suara Golkar di Pileg 2019 juga berada di bawah target.

Sebelum Pileg 2019, Airlangga sempat menyerukan target agar partainya meraih 110 kursi di DPR RI hasil Pemilu tahun ini. Namun, dengan perolehan saat ini, Golkar diprediksi hanya bisa mendapat 85 kursi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai golkar
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top