Industri Jerman Terjebak di dalam Resesi yang Memburuk

Meskipun data ekonomi Jerman baru akan dirilis pada pertengahan Agustus, data industri penggerak ekonomi zona euro yang dirilis belum lama ini menguatkan proyeksi pelemahan ekonomi Eropa akan berlanjut pada kuartal kedua.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  17:34 WIB
Industri Jerman Terjebak di dalam Resesi yang Memburuk
Manufaktur Jerman. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Meskipun data ekonomi Jerman baru akan dirilis pada pertengahan Agustus, data industri penggerak ekonomi zona euro yang dirilis belum lama ini menguatkan proyeksi pelemahan ekonomi Eropa akan berlanjut pada kuartal kedua.

Ketegangan perdagangan, melemahnya permintaan di luar negeri, dan tantangan yang dihadapi industri otomotif telah meningkat selama setahun terakhir dan terus membebani mesin ekonomi Eropa.

Faktor tersebut telah menyeret industi manufaktur pada kemerosotan terdalam dalam 7 tahun terakhir dan menyeret sejumlah perusahaan terbesar di negara ini dari BASF sehingga Daimler AG serta Continental AG yang harus menerima kenyataan.

Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia, Jerman membayar harga tinggi akibat perlambatan perdagangan global.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan mencapai laju paling lambat setidaknya dalam 6 tahun terakhir, Bundesbank tidak melihat tanda-tanda pemulihan ekspor, sedangkan beberapa ekonom bahkan mengatakan ada risiko resesi.

“Ketidakpastian tentang perdagangan adalah faktor yang dominan, terutama relevan untuk negara seperti Jerman. Tetapi ada juga faktor ketidakpastian lainnya yang spesifik bagi Eropa, seperti negosiasi Brexit,” kata Andrew Bosomworth di Pimco, Munich, seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (29/7/2019).

Pekan lalu, perusahaan teknik Duerr AG mengatakan bahwa mereka tengah menghadapi kondisi ekonomi makro yang lebih menantang.

Sementara itu, belum lama ini perusahaan kimia terbesar di Jerman, BASF, menyatakan bahwa konflik perdagangan telah menghambat pertumbuhan global serta bisnis perusahaan.

Selain manufaktur, prospek Jerman juga terganggu oleh isu di Deutsche Bank AG, yang belum lama ini merumahkan ribuan pekerjanya dan memperingatkan bahwa kegiatan bisnisnya menurun tajam.

Di dalam lingkup sektor industri, pelemahan terpusat pada produksi mobil, di mana permintaan yang lesu memberatkan bisnis produsen dan pemasok, padahal Jerman tengah berada di tengah-tengah transformasi ke kendaraan listrik.

Perusahaan baja dan logam Kloeckner & Co. SE pekan lalu mengutip kondisi pada industri otomotif, serta prospek pelemahan lebih lanjut untuk pengembangan ekonomi secara umum, ketika memangkas perkiraan labanya.

Faktor lain yang memberatkan industri adalah ancaman tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap mobil Eropa.

Pekan lalu, Uni Eropa membuat daftar produk-produk AS sebesar 35 miliar euro atau senilai US$39 miliar yang berpotensi terdampak tarif jika Trump mengimplementasikan ancamannya pada kebijakan dagang.

Sementara itu, sektor jasa terus bangkit, proyeksi rendah terhadap ekonomi dan kepercayaan perusahaan terhadap pasar yang terus melemah akan berdampak lebih besar pada tingkat perekrutan pekerja.

Lapangan kerja manufaktur di zona euro tercatat melemah pada Juli dan pertumbuhan lapangan kerja pada sektor jasa melambat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jerman

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top