Pasar Berharap Sinyal Dovish dari Bank Sentral Eropa

Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg sangat berharap Dewan Gubernur ECB dapat menyesuaikan bahasa kebijakan mereka pada pertemuan 25 Juli 2019 untuk memberi sinyal pemotongan suku bunga deposito dan untuk mengurangi suku bunga sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,5% setelah liburan musim panas.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  10:00 WIB
Pasar Berharap Sinyal Dovish dari Bank Sentral Eropa
Mario Draghi - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg sangat berharap Dewan Gubernur ECB dapat menyesuaikan bahasa kebijakan mereka pada pertemuan 25 Juli 2019 untuk memberi sinyal pemotongan suku bunga deposito dan untuk mengurangi suku bunga sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,5% setelah liburan musim panas.

Beberapa ekonom memperkirakan, pemangkasan berikutnya pada Desember, dan lebih dari setengahnya memperkirakan QE akan dimulai kembali, di mana stimulus akan terus dirilis untuk setidaknya beberapa bulan ke depan.

"Draghi kemungkinan akan membuka peluang stimulus moneter baru pada pertemuan dewan gubernur dengan mengubah bahasa pada panduan bank sentral untuk menguatkan sinyal pemangkasan suku bunga," ujar sejumlah ekonom Bloomberg.

Mario Draghi, memasuki 3 bulan terakhir dalam karirnya sebagai gubernur Bank Sentral Eropa dengan harapan agar pengaruhnya tetap bertahan bahkan setelah dirinya digantikan oleh Christine Lagarde.

Pekan ini, Draghi akan memimpin rapat kebijakan bank sentral yang diperkirakan akan menjadi titik awal dari upaya pelonggaran suku bunga pada September mendatang serta kemungkinan dimulainya kembali pelonggaran kuantitatif (QE).

Seperti dilansir melalui Bloomberg, stafnya juga telah mulai bekerja pada kemungkinan penyesuaian target inflasi dalam satu langkah yang dapat mempermudah bank senttral untuk mengejar stimulus moneter jangka panjang.

Ini merupakan sebuah strategi berani pada akhir masa jabatan Draghi yang diwarnai dengan langkah-langkah radikal, memetakan kebijakan Lagarde selama 8 tahun ke depan.

Namun dengan inflasi yang terus-menerus berada di bawah target ECB meskipun stimulus dikeluarkan dengan masif serta pertumbuhan yang terhambat, Lagarde kemungkinan besar akan mendukung langkah Draghi.

"Draghi memastikan bahwa semuanya telah siap bagi Lagarde ketika dia mulai menjabat dan melindunginya dari konflik politik sejak awal," ujar Kepala Ekonom Axa, Gilles Moec, yang juga mantan pejabat Bank of France, seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (21/7/2019).

Kekhawatiran utama Draghi menjelang 31 Oktober antara lain, suku bunga negatif dan pinjaman bank jangka panjang telah gagal mendorong inflasi berkelanjutan.

Dia hanya memiliki tiga pertemuan dewan gubernur bank sentral yang tersisia dan ruang pelonggaran kuantitatif sebesar 2,6 triliun euro untuk menghidupkan bara api pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, pertumbuhan harga konsumen secara rata-rata hanya 1,2% selama masa jabatannya, jauh di bawah target tetapi mendekati 2%.

Draghi diperkirakan akan meninggalkan kantornya di Frankfurt, Jerman, tanpa pernah memperketat kebijakan moneter dalam delapan tahun masa jabatannya.

Investor di pasar keuangan dan ekonomi riil kemungkinan akan menyambut kontinuitas yang tampaknya sedang disiapkan oleh gubernur ECB.

Perlambatan yang ditimbulkan oleh ketegangan dagang yang didorong oleh AS dan pergeseran struktural di sektor manufaktur telah membuat orang-orang Eropa kurang berminat untuk menyambut bunga pinjaman yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah beralih ke kebijakan yang lebih longgar. The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunganya sepekan setelah pertemuan ECB .

Korea Selatan dan Afrika Selatan sudah melonggarkan kebijakan pekan lalu.

Lagarde, yang ditunjuk sebagai kepala International Monetary Fund pada 2011 hanya empat hari setelah Draghi ditunjuk untuk memimpin ECB, telah berulang kali memuji bank-bank sentral atas langkah stimulus mereka.

Dia juga menyadari perjuangan global untuk menghidupkan kembali inflasi di negara maju.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank sentral eropa

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top