Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arab Saudi Larang Masuk Wisatawan Kongo Jelang Musim Haji

Arab Saudi melarang masuk wisatawan asal Republik Demokratik Kongo (DRC) lantaran khawatir Ebola dapat menyebar selama pelaksanaan ibadah haji pada Agustus mendatang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juli 2019  |  06:17 WIB
Suasana ibadah haji 2018 di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, - Reuters/Zohra Bensemra
Suasana ibadah haji 2018 di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, - Reuters/Zohra Bensemra

Bisnis.com, GOMA – Arab Saudi melarang masuk wisatawan asal Republik Demokratik Kongo (DRC) lantaran khawatir Ebola dapat menyebar selama pelaksanaan ibadah haji pada Agustus mendatang.

Keputusan tersebut, yang diumumkan oleh Kementerian Urusan Luar Negeri Arab Saudi pada Rabu, mengutip keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu yang menyatakan wabah Ebola sebagai darurat internasional.

Namun komisi WHO mendesak sejumlah negara untuk tidak membatasi perdagangan dan juga perjalanan.

"Pemberian visa kedatangan bagi warga yang berasal dari DRC dihentikan guna melindungi kesehatan para jemaah haji," demikian pernyataan kementerian.

Wabah Ebola menewaskan lebih dari 1.700 orang sejak diumumkan hampir setahun yang lalu.

Sekitar 3 persen dari populasi Kongo merupakan Muslim, menurut survei Kelompok Penelitian Kongo yang berbasis di New York. Warga dari sub-Sahara Afrika menyumbang sekitar 10 persen dari 2 juta lebih jemaah yang berangkat ke kota suci Mekah setiap tahunnya.

Arab Saudi menangguhkan visa jemaah yang berasal dari Guinea, Sierra Leone dan Liberia selama wabah Ebola periode 2014-2016 yang menyebabkan lebih dari 11.000 meninggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top