Pasca Gempa Maluku, BNPB Salurkan Bantuan Logistik dan Personel

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan sumber daya, baik personel maupun bantuan logistik untuk percepatan penanganan pascagempa berkekuatan 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  12:43 WIB
Pasca Gempa Maluku, BNPB Salurkan Bantuan Logistik dan Personel
Bangunan rusak akibat gempa di Desa Gane Dalam, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7/2019). - ANTARA/Safri

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan sumber daya, baik personel maupun bantuan logistik untuk percepatan penanganan pascagempa berkekuatan 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Kepala BNPB Doni Monardo menuju ke Ternate,  selanjutnya menggunakan heli menuju lokasi terdampak, Kamis (18/7/2019). Merespons kejadian ini pemerintah daerah setempat, BNPB, dan multipihak terus melalukan upaya penanganan darurat bencana.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan kaji cepat masih berlangsung, khususnya ke wilayah desa yang belum terjangkau.

Demikian juga distribusi logistik bantuan kepada warga terdampak. BNPB memobilisasi bantuan logistik dan peralatan dari Ternate menuju Sofifi dan berlanjut ke Saketa. Selain itu, upaya penanganan selama masa tanggap darurat di bawah kendali pos komando.

"Tim Reaksi Cepat BNPB melaporkan kendala di lapangan berupa ketersediaan BBM, akses dan jaringan komunikasi di beberapa desa, tenaga medis dan trauma healing, dan alat angkut distribusi bantuan," kata Agus melalui siaran resmi, Kamis (18/7/2019).

Di sisi lain, yang kebutuhan mendesak selama keadaan darurat seperti terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji, dan kidsware. BNPB turut mengerahkan helikopter Mi-8 untuk distribusi logistik bantuan.

Sementara itu, sebanyak 1.061 rumah mengalami rusak berat pascagempa 7,2 skala richter pada Minggu, (14/7/2019) yang mengguncang Halmahera Selatan. Sedikitnya 78 fasilitas umum di kabupaten ini mengalami rusak berat.

BPBD Provinsi Maluku Utara hingga 17 Juli 2019 mencatat rumah rusak berat mencapai 1061 unit, rusak sedang 1412 unit, sedangkan fasilitas umum rusak berat mencapai 78 bangunan dan rusak ringan 39 unit.

Selain itu, 13.250 KK atau 53.076 jiwa masih mengungsi. Pengungsian tersebar di 10 kecamatan. Sementara itu, korban luka berat berjumlah 32 orang dan luka ringan 97 jiwa. Adapun korban meninggal dunia mencapai lima orang akibat gempa di Halmahera, Maluku Utara.

Bantuan yang dimobilisasi untuk penanganan pascagempa:

1. Perlengkapan sekolah 130 Paket

2. Matras 30 Lembar

3. Tikar 20 Lembar

4. Sandang 75 Paket

5. Paket perlengkapan keluarga 25 Paket

6. Selimut 40 Lembar

7. Tenda Gulung 20 Paket

8. Lauk Pauk 204 Paket

9. Makanan siap saji 114 Paket

10. Makanan tambahan gizi 120 Paket

11. Paket perlengkapan bayi 30 Paket

12. Paket kebersihan keluarga 20 Paket

13. Paket rekreasional 30 Paket

14. Sarung Dewasa 29 Lembar

15. Karung 250 Lembar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, halmahera selatan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top