Saat Amien Rais Puji Jokowi

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais memuji presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi sebagai orang yang paham berdemokrasi. Amien menganggap Jokowi mengerti bagaimana pentingnya oposisi dalam demokrasi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  13:30 WIB
Saat Amien Rais Puji Jokowi
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais memuji presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi sebagai orang yang paham berdemokrasi. Amien menganggap Jokowi mengerti bagaimana pentingnya oposisi dalam demokrasi.

"Pak Jokowi itu mudeng (mengerti) demokrasi," kata Amien di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Hal ini disampaikan Amien menanggapi pernyataan Jokowi soal oposisi dalam pidatonya bertajuk "Visi Indonesia" di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (14/7/2019).

Jokowi mengatakan bahwa menjadi oposisi adalah hal yang sangat mulia.

Meski begitu, Jokowi meminta agar pilihan menjadi oposisi itu tak menimbulkan dendam, kebencian, hinaan, cacian, dan makian. Jokowi beralasan, Indonesia adalah negara yang memiliki norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Amien lantas menyindir adanya pihak yang menginginkan jabatan menteri kendati tak ditawari oleh Jokowi. Politikus senior ini enggan menjelaskan yang dia maksud.

"Ngapain, yang lucu, enggak ditawarin Pak Jokowi tapi ada yang minta-minta. Itu kan aib. Jadi geer (gede rasa)," kata Amien.

Amien mewanti-wanti Prabowo dan juga Partai Amanat Nasional agar tak bergabung dengan koalisi pemerintah. Meski sepakat dengan rekonsiliasi, dia meminta agar Prabowo dan PAN tak tergiur dengan jabatan apa pun yang ditawarkan pihak Jokowi.

Menurut Amien, rekonsiliasi tak bisa dimaknai sekadar bagi-bagi kursi. Dia menyebut bagi-bagi kekuasaan sebagai aib politikus, tanda bahwa tak ada moral dan kedisiplinan dalam berpartai.

"Teruskan kita menjalin persatuan kita bersalaman, tapi jangan pernah kooptasi, dapat satu-dua kursi kemudian lantas kocar-kacir semua wawasan ke depannya, hanya bermata rabun ayam," ujarnya.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, prabowo subianto, amien rais

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top