UNESCO Tetapkan Kota Kuno Bagan di Myanmar Jadi Situs Warisan Dunia

UNESCO menetapkan ibukota Bagan di Myanmar sebagai salah satu Situs Warisan Dunia setelah seperempat abad dinominasikan untuk daftar tersebut.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 Juli 2019  |  14:15 WIB
Loading the player ...
Pagoda Shwesandaw di kota kuno Bagan, Myanmar - Sumber: Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – UNESCO menetapkan ibukota Bagan di Myanmar sebagai salah satu Situs Warisan Dunia setelah seperempat abad dinominasikan untuk daftar tersebut. 

Penetapan itu telah mengakui pentingnya situs Myanmar tersebut, yang mencakup lebih dari 3.500 stupa, kuil, biara, dan bangunan lainnya yang dibangun antara abad ke-11 dan ke-13. Selain itu, keputusan tersebut juga diperkirakan bakal mendatangkan keuntungan bagi industri pariwisata Myanmar.

Simak profil kota tua Bagan dari akun Youtube Cele Lover di atas. 

The International Council on Muniments and Sites yang merekomendasikan daftar itu, mencatat bahwa Myanmar telah mengadopsi regulasi baru tentang warisan dan telah membentuk rencana untuk mengurangi dampak perkembangan hotel dan pariwisata di sekitar kuil.

Bagan yang memiliki signifikansi penting dalam konteks historis dan tempat beribadatan Buddha, pertama kali dinominasikan sebagai Situs Warisan Dunia pada 1995.

Akan tetapi, pihak militer yang kala itu memerintah negara dituduh telah mengabaikan nasihat para ahli tentang upaya restorasi dan upaya tersebut ditolak.

Selain itu, gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut juga merusak struktur kuno situs. Terakhir adalah pada 2016 lalu dengan kekuatan gempa 6,8 skala richter yang hampir merusak 200 kuil di wilayah Bagan.

Adapun, Myanmar sendiri telah memperbarui upaya untuk mendaftarkan situs tersebut sejak transisi dari pemerintahan militer pada 2011, “Bagan adalah warisan hidup, setelah menanggung semua bentuk tantangan selama lebih dari seribu tahun,” kata Kyaw Zeya, seorang diplomat Myanmar, seperti dikutip Reuters, Minggu (7/7/2019).

“Hari ini kita merayakan momen sukacita dari kesuksesan Bagan sebagai Daftar Warisan Dunia. Setelah itu, kami akan melanjutkan upaya kami dalam konservasi dan pengelolaan Bagan sehingga warisan yang berharga ini akan tetap ada selama ribuan tahun lagi,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
myanmar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top