BUMN Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di Konawe Utara

Kementerian BUMN bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini, total bantuan yang diberikan mencapai Rp385 juta.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 16 Juni 2019  |  23:17 WIB
BUMN Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di Konawe Utara
Foto udara kondisi banjir yang merendam rumah warga di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). - Antara/Oheo Sakti

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini, total bantuan yang diberikan mencapai Rp385 juta.

Bantuan-bantuan yang diberikan yakni beras, sembako, mi instan, pakaian jadi wanita dan laki-laki, obat-obatan serta perlengkapan rumah tangga. Selain itu, Kementerian BUMN juga membuka posko darurat di wilayah tersebut.

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN mengatakan PT Pertamina (Persero) menjadi koordinator penyerahan bantuan korban Konawe Utara agar pemberian donasi bantuan lebih tepat sasaran. Nantinya, Pertamina akan membuat posko darurat bencana di dekat lokasi bencana.

“Pertamina juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan dari BUMN donatur,” kata Hambra sebagaimana siaran pers yang diterima Bisnis pada Minggu (16/6/2019) malam WIB.

BUMN-BUMN yang telah berdonasi adalah PT Telkom (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Semen Tonasa, PT Kimia Farma Tbk, PT Angkasa Pura I, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Tak hanya itu,  Kementerian BUMN melalui Yayasan Hadir Untuk Negeri juga turut menyalurkan bantuan untuk korban banjir Konawe Utara. 

Tingginya air dan sulitnya medan menuju lokasi membuat tim Yayasan BUMN harus berjuang untuk menembus banjir demi menyalurkan bantuan ke warga yang menjadi korban banjir.  Setelah  menempuh perjalanan lebih dari 20 jam, bantuan tiba dan disalurkan ke korban banjir bandang.

“Mobil double cabin yang dibawa yayasan terkena hambatan banjir di Desa Pohara. Banjir setinggi hampir 1,5 meter tak bisa dilewati. Sehingga, mobil tersebut hanya bisa dilewati dengan menggunakan sampan darurat. Bahkan, truk yang berisi bantuan juga harus dimodifikasi untuk melewati banjir-banjir sepanjang perjalanan,” ujar Kepala Bidang Keuangan dan Logistik Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Amos Tarigan.

Bantuan yang disalurkan Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri disesuaikan dengan kebutuhan mendesak korban banjir Konawe Utara sesuai permintaan dari pemerintah daerah setempat  yaitu 5 unit genset berkapasitas 1.000 watt, 20 unit tabung gas, 10 buah terpal atau tenda, 100 karung beras, 100 dus air mineral botol, 50 unit matras, 2 unit tangki air 1.500 liter, 180 pcs pakaian wanita, 120 pcs pakaian dalam wanita, 60 pcs pakaian dalam anak-anak, 120 pcs celana, 180 pcs kaos laki-laki, 188 pcs selimut, 50 buah senter dan baterai, 120 pcs handuk dan 42 pasang sepatu boot serta 200 unit alat pembersih.

Banjir di Konawe Utara diakibatkan hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda daerah itu pada 1 - 2 Juni 2019. Hal ini menyebabkan tiga sungai meluap yakni Sungai Lalindu, Sungai Walasolo, dan Sungai Wandambali.

Akibatnya enam kecamatan terendam yakni Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Okeo, Kecamatan Landawe, Kecamatan Wiwirani dan Kecamatan Langgikima

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, jumlah pengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu mencapai 7.513 jiwa, sementara 202 rumah rusak.

Jumlah kepala keluarga yang terdampak secara keseluruhan sebanyak 1.905 kepala keluarga (KK) atau 7.513 jiwa. Sebanyak 1.703 unit rumah, lima masjid, empat Puskesmas dan tiga pasar tradisional terendam banjir. Bahkan empat jembatan tidak bisa diakses, 8 sekolah dan 3 SMP juga ikut terendam banjir.

Banjir Samarinda

Bencana banjir juga terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur, yang disebabkan curah hujan tinggi dan air pasang sejak 9 Juni lalu. Sehingga, mengakibatkan beberapa daerah mulai terendam. Banyak rumah rumah warga masih terendam di beberapa daerah.  

"Saya berharap semoga bantuan yang kami salurkan dapat bermanfaat dan musibah banjir dapat selesai secepatnya serta aktivitas ekonomi dapat pulih kembali,” ujar General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Farid Indra Nugraha.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Samarinda bencana banjir menggenangi sedikitnya 13 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan direndam banjir. Tercatat 17.485 kepala keluarga (KK) atau 56.123 jiwa warga terdampak banjir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, kementerian bumn

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup