Kampanye Maju Pilpres AS 2020: Trump dan Joe Biden Saling Ejek

Retorika antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan bakal penantangnya dalam Pilpres 2020, Joe Biden, memanas. Kandidat dari Partai Demokrat ini menyebut Trump sebagai ancaman eksistensial bagi Negeri Paman Sam.
Kampanye Maju Pilpres AS 2020: Trump dan Joe Biden Saling Ejek Renat Sofie Andriani | 12 Juni 2019 10:18 WIB
Kampanye Maju Pilpres AS 2020: Trump dan Joe Biden Saling Ejek
Mantan Wapres AS Joe Biden - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Retorika antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan bakal penantangnya dalam Pilpres 2020, Joe Biden, memanas. Kandidat dari Partai Demokrat ini menyebut Trump sebagai ancaman eksistensial bagi Negeri Paman Sam.

Dalam kampanyenya di Iowa pada Selasa (11/6/2019) waktu setempat, Biden menilai Trump telah melemahkan aliansi dan merugikan para pekerja Amerika dengan konflik perdagangan yang tidak perlu.

“'Saya memiliki kekuasaan penuh' Tidak, Donald Trump. 'Saya memiliki kekuasaan absolut’ Tidak, Donald Trump. 'Hanya saya yang bisa memperbaikinya' Perbaiki diri Anda dulu, Donald Trump,” serang Biden dalam pernyataan yang dibuat seolah-olah menjawab perkataan Trump selama ini.

Biden berkampanye melintasi Iowa timur pada Selasa. Di hari yang sama, Trump mengunjungi belahan lain negara bagian itu.

Tak mau kalah, Trump, yang bertekad mencalonkan diri sebagai Presiden AS dari Partai Republik, melancarkan serangan terhadap mantan Wakil Presiden AS tersebut dengan menyebutnya sebagai "boneka" dan "mental yang lemah".

Trump melanjutkan serangannya dalam sebuah agenda di fasilitas energi terbarukan Council Bluffs pada Selasa sore, dengan mengkritik Biden telah menyebabkan kegagalan para petani gagal selama pemerintahan Presiden Barack Obama.

“Politisi-politisi kita membiarkan negara-negara lain menekan kita, memperlakukan kita dengan buruk, memperlakukan negara kita tanpa rasa hormat - dan Anda akan melihatnya dengan Biden,” kecam Trump.

“Kita tidak akan pernah diperlakukan dengan hormat karena orang-orang tidak menghormatinya [Biden], bahkan orang-orang yang ia lawan,” lanjut Trump, seperti dikutip dari Bloomberg.

Biden berusaha mencitrakan dirinya sebagai pesaing terkuat Trump dalam kancah pilpres 2020.

"Saya berharap kehadiran [Trump] di sini [Iowa] akan menjadi sesuatu yang mengklarifikasi karena petani-petani Iowa telah dihancurkan oleh perang dagang sang presiden dengan China,” lanjut Biden.

“Trump memberlakukan tarif dalam upaya untuk tampil tangguh dalam negosiasi, tetapi gampang saja untuk menjadi tangguh ketika pihak lain menanggung kerugian,” sindirnya.

Baik Trump dan Biden saling menyerang satu sama lain karena terobsesi dengan kemungkinan duel dalam pilpres 2020. Dalam sejumlah jajak pendapat, Biden terlihat masih memimpin untuk pencalonan presiden dari Partai Demokrat.

Trump sendiri sepertinya lebih suka menghadapi Biden sebagai pesaingnya.

“Saya lebih suka melawan Biden ketimbang siapa pun. Saya pikir dia mental yang paling lemah, dan saya suka maju melawan orang-orang yang lemah mentalnya,” ejek Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, partai republik, pilpres amerika, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top