JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Asyiknya Mudik Sembari Hunting Foto di Jalur Pantura

Mudik bukan hanya perkara menghabiskan libur lebaran di kampung halaman, tetapi juga untuk menjaga tradisi menikmati perjalanan.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 01 Juni 2019 20:24 WIB
Salah satu sisi lain panorama Jalur Pantai Utara (Pantura) - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, SURABAYA — Mudik bukan hanya perkara menghabiskan libur lebaran di kampung halaman, tetapi juga untuk menjaga tradisi menikmati perjalanan.

Sayangnya, menurut pantauan Tim Jelajah Bisnis di sepanjang Jalur Pantai Utara (Pantai Utara) dari Tangerang hingga Surabaya, pada 29 Maret 2019 hingga 1 Juni 2019, pemudik tampak lebih memilih berjalan di malam hari daripada siang hari.

Padahal, lalu lintas Jalur Pantura di malam hari justru lebih padat. Memang, siang hari bisa sangat berat bagi pengendara yang berpuasa untuk mudik, apalagi ketika menghadapi titik-titik macet seperti pasar dan perkotaan di siang hari.

"Monggo mas, hati-hati di jalan. Jangan lupa tetap berpuasa," ujar seorang nelayan sembari bercanda, saat meimbang hasil tangkapannya di pinggir jalan Raya Pantura, Sabtu (1/6/2019).

Tetapi, ada hal yang tak bisa dilakukan apabila Anda mudik pada malam hari. Yaitu, tak bisa menikmati keindahan panorama Pantura di malam hari, melihat aktivitas warga pesisir sehari-hari, sekaligus berfoto-foto ria.

Misalnya, menikmati panorama rest area di pinggir hutan di Jawa Tengah, menikmati jalan di tepi pantai ketika memasuki Jawa Timur, atau berswafoto di setiap gapura kota yang dilewati.

"Kalau dari Perhutani memang sudah biasa di kawasan hutan ini. Jadi bisa buat tempat berteduh buat para pemudik di siang hari," Gunawan, Koordinator Polisi di Posko Perhutani, kepada Bisnis, Sabtu (1/6/2019) siang.

Kabar baiknya, kita bisa berhenti di mana saja, terpenting tak mengganggu pengendara lain. Beda ketika melewati tol Trans Jawa, kita hanya bisa mengambil foto dari dalam mobil, pemudik tak bisa berhenti di sepanjang jalan bebas hambatan, kecuali di rest area.

Jadi, ternyata mudik melewati Jalur Pantura di siang hari tak buruk juga. Bisa menjadi alternatif pilihan mudik yang patut dicoba, untuk menghiasi momen-momen kebersamaan dengan keluarga atau kawan-kawan tercinta.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top