Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Yakin Kesepakatan Terkait Program Nuklir Iran Dapat Tercapai

AS Yakin Kesepakatan Terkait Program Nuklir Iran Dapat Tercapai
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  19:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA--Amerika Serikat yakin kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya dimungkinkan tercapai seiring dengan sanksi ekonomi yang semakin mengekang Iran.

"Saya benar-benar percaya bahwa Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya pikir itu sangat cerdas dari mereka, dan saya pikir kemungkinan itu akan terjadi," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo, Jepang, dikutip dari Reuters, Senin (27/5/2019).

“Kami tidak mencari perubahan rezim, saya hanya ingin menegaskan. Kami tidak ingin ada senjata nuklir," tegasnya.

Ketegangan meningkat antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangan terhadap tanker minyak di wilayah Teluk pada bulan ini. AS menuduh Iran yang bertanggungjawab atas serangan tersebut. Atas peningkatan ketegangan ini, AS telah mengerahkan kelompok penyerang kapal induk dan pembom ke wilayah Timur Tengah dan 1.500 tentara tambahan ke Teluk.

Adapun Trump, dalam kunjungan empat hari ke Jepang, menyambut bantuan Shinzo Abe untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Pemimpin Jepang itu rencananya akan bertolak ke Teheran pada pertengahan Juni.

"Saya tahu pasti bahwa perdana menteri sangat dekat dengan kepemimpinan Iran, dan kita akan melihat apa yang terjadi," kata Trump.

Selama konferensi pers bersama dengan Trump, Abe mengatakan Jepang akan melakukan apa yang bisa dilakukan pada masalah Iran.

"Perdamaian dan stabilitas Timur Tengah sangat penting bagi Jepang dan Amerika Serikat dan komunitas internasional secara keseluruhan," kata Abe.

Tahun lalu Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir internasional 2015 dengan Iran dan tengah meningkatkan sanksi terhadap Iran dengan menghentikan penjualan minyak mentah internasional Iran.

"Mereka bertempur di banyak lokasi," kata Trump tentang Iran. "Sekarang mereka mundur karena mereka memiliki masalah ekonomi yang serius."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran amerika serikat
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top