China Minta Turki Dukung Perlawanan Terhadap Gerilyawan Uighur

China telah menyerukan Turki untuk mendukung perangnya melawan gerilyawan yang beroperasi di wilayah Xinjiang, Cina bagian barat, menyusul kritik dari Turki tentang hak-hak di bagian China yang banyak dihuni oleh orang Turki, yang kebanyakan warga Muslim.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  08:14 WIB
China Minta Turki Dukung Perlawanan Terhadap Gerilyawan Uighur
Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, China, berolahraga di lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019). - ANTARA/M. Irfan Ilmie

Bisnis.com, JAKARTA – China telah menyerukan Turki untuk mendukung perangnya melawan gerilyawan yang beroperasi di wilayah Xinjiang, Cina bagian barat, menyusul kritik dari Turki tentang hak-hak di bagian China yang banyak dihuni oleh orang Turki, yang kebanyakan warga Muslim.

China menghadapi meningkatnya tantangan internasional atas pendirian pusat pelatihan kejuruan untuk memerangi ekstremisme di Xinjiang, rumah bagi warga Uighur.

Turki adalah satu-satunya negara Muslim yang secara teratur menyatakan keprihatinan tentang situasi di Xinjiang, termasuk pada bulan Februari di Dewan Hak Asasi Manusia AS, terhadap tindakan China.

Bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Turki Sedat Onal di Beijing, diplomat tinggi pemerintah Dewan Negara China Wang Yi mengatakan bahwa China memiliki hubungan baik dengan Turki, ungkap Menteri Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan Kamis malam (16/5/2019).

“China selalu menghormati kedaulatan Turki dan integritas wilayah, dan mendukung upaya pihak Turki untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional", kata kementerian mengenai pernyataan Wang, seperti dikutip Reuters.

"Diharapkan bahwa pihak Turki juga dapat dengan sungguh-sungguh menghormati kepentingan-kepentingan inti China dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, dan mendukung upaya-upaya China untuk memerangi pasukan teroris 'Turkistan Timur' dan menjaga situasi keseluruhan dari kerja sama strategis antara kedua negara,” lanjut mereka.

China menyalahkan kelompok yang disebut Gerakan Islam Turkistan Timur atas sejumlah serangan dalam beberapa tahun terakhir di Xinjiang. Tetapi banyak diplomat dan pakar asing meragukan apakah kelompok itu ada.

Kementerian Luar Negeri Turki mengutip Onal yang mengatakan bahwa Turki mendukung upaya China untuk melindungi persatuan nasional dan memerangi "pasukan teroris" dan bersedia untuk memperdalam kerja sama pragmatis dengan China.

Ratusan orang tewas dalam kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir di Xinjiang. Beijing mengatakan upaya deradikalisasi di Xinjiang telah membawa stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan kurangnya kekerasan dalam dua tahun terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
xinjiang, suku minoritas uighur

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top