AS Tahan Kapal Kargo, Korut Kembali Uji Coba Rudal

Korea Utara menembakkan peluru kendali (rudal) jarak pendek kemarin dalam satu uji coba dalam satu pekan ini, sementara itu Amerika Serikat menyatakan telah menahan sebuah kapal kargo negara itu saat ketegangan kedua negara kembali meningkat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  07:29 WIB
AS Tahan Kapal Kargo, Korut Kembali Uji Coba Rudal
Rudal Korut - REUTERS/KCNA

Kabar24.com, JAKARTA--Korea Utara menembakkan peluru kendali (rudal) jarak pendek dalam satu uji coba pekan ini, sementara itu Amerika Serikat menyatakan telah menahan sebuah kapal kargo negara itu saat ketegangan kedua negara kembali meningkat.

Presiden Donald Trump mengatakan "tidak ada yang senang" dengan apa yang diluncurkan Korea Utara, tetapi masih membuka pintu untuk memulai pembicaraan dengan Korea Utara. 

Korea Selatan mengatakan tes itu cukup mengkhawatirkan dan sebagai bentuk protes terhadap Trump yang menolak untuk mengurangi sanksi ekonomi pada Korea Utara pada pertemuan puncak yang gagal di Hanoi pada Februari lalu.

Amerika Serikat tidak memberikan tanda kesediaan untuk mengalah pada sanksi dan kemarin waku setempat Departemen Kehakiman AS mengumumkan penyitaan kapal kargo Korea Utara yang katanya terlibat dalam pengiriman batubara ilegal.

Korea Utara secara efektif menarik diri dari keterlibatan pembicaraan dengan Washington sejak pertemuan antara Presiden Kim Jong Un dan Trump gagal mencapai kesepakatan  untuk pembubaran program nuklir Pyongyang dengan imbalan penghapusan sansi ekonomi.

"Hubungan berlanjut ... Saya tahu mereka ingin bernegosiasi, mereka berbicara tentang negosiasi. Tapi saya pikir mereka tidak siap untuk bernegosiasi, "kata Trump kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Jumat (10/5).

Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan mengatakan Amerika Serikat akan terus fokus pada upaya diplomatik dengan Korea Utara.

"Kami akan tetap berpegang pada diplomasi kami dan seperti yang Anda semua tahu kami belum mengubah posisi kami dan kami terus bersiap kalau upaya diplomasi gagal," katanya kepada wartawan di Pentagon.

Harry Kazianis, dari think tank Center for National Interest Washington, mengatakan peluncuran rudal itu hanya akan memperburuk ketegangan.

"Peluncuran rudal jarak pendek baru-baru ini tidak melanggar janji Pyongyang untuk menghentikan tes jarak jauh, namun Korea Utara kini telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan pengembangan bagian lain dari kemampuan militernya yang mengancam kawasan itu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rudal

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top