Dewan Pengarah BPIP Syafii Maarif Usul Pembentukan Zaken Kabinet ke Jokowi

Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan pembentukan zaken kabinet apabila Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden periode 2019-2024.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  14:34 WIB
Dewan Pengarah BPIP Syafii Maarif Usul Pembentukan Zaken Kabinet ke Jokowi
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri (ketempat kiri) bersama anggota Dewan Pengarah BPIP di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (9/5/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--- Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan pembentukan zaken kabinet apabila Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden periode 2019-2024.

Seperti diketahui, zaken kabinet adalah kabinet yang terdiri dari kalangan profesional. Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif menyatakan apabila Jokowi terpilih lagi sebagai Presiden maka sebaiknya membentuk zaken kabinet.

"Kabinet yang terdiri dari orang-orang ahli, boleh dari partai, tapi partainya jangan mengusulkan seorang tapi beberapa orang, presiden yang menentukan. Jadi presiden lebih berdaulat," kata Maarif seusai pertemuan antara Dewan Pengarah BPIP dan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Apabila zaken kabinet tidak dibentuk, ujar Maarif, maka seperti kabinet periode sebelumnya yang dinilai banyak "bolong".

Dewan Pengarah BPIP yang menemui Jokowi antara lain Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dan anggota Dewan Pengarah BPIP seperti Mahfud MD, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Try Sutrisno, Sudhamek AWS, Benny Susetyo dan sebagainya.

Sementara itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dalam pertemuan selama 1,5 jam itu, Maarif mengatakan BPIP melaporkan perkembangan dan menyampaikan usul kepada Presiden.

"Apa yang kita kerjakan, apa yang belum, itu yang kita laporkan, waktunya hampir satu setengah jam tadi," kata Maarif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pancasila, Kabinet Jokowi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top