Lawan Ujaran Kebencian, Facebook Hapus Akun Tokoh-tokoh Politik Kontroversial AS

Tokoh-tokoh tersebut dinilai melanggar kebijakan Facebook mengenai individu dan organisasi berbahaya.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 03 Mei 2019  |  08:16 WIB
Lawan Ujaran Kebencian, Facebook Hapus Akun Tokoh-tokoh Politik Kontroversial AS
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam

Bisnis.com, JAKARTA -- Facebook Inc menghapus akun sejumlah tokoh politik AS yang dinilai menyebarkan ujaran kebencian di platform tersebut.

Dilansir dari Reuters, Jumat (3/5/2019), Facebook menyatakan tokoh-tokoh tersebut melanggar kebijakan media sosial itu terkait klausul individu dan organisasi berbahaya. Tokoh-tokoh yang akunnya dihapus adalah mereka yang berhaluan kanan jauh dan anti Semit serta mereka yang mengusung supremasi kulit putih, seperti Alex Jones, Milo Yiannopoulos, Laura Loomer, Paul Joseph Watson, Paul Nehlen, dan Louis Farrakhan.

Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu menegaskan penerapan kebijakan ini dilakukan tanpa prasangka.

"Kami selalu memblokir individu atau organisasi yang mempromosikan atau ikut serta dalam aksi kekerasan atau kebencian, apapun ideologinya. Proses mengevaluasi siapa yang terindikasi melakukan pelanggaran dilakukan dengan ekstensif dan itu yang menjadi dasar pengambilan keputusan ini," papar Facebook dalam pernyataan resminya.

Jones mempromosikan teori-teori konspirasi, salah satunya mengenai peristiwa penembakan massal di SD Sandy Hook AS pada 2012. Dia juga mengelola situs bernama Infowars, yang banyak dianggap sebagai penyebar berita bohong.

Yiannopoulos, Loomer, dan Watson adalah komentator yang cukup populer di AS. Sementara itu, Nehlen mengagungkan supremasi kulit putih dan pernah menjadi calon anggota Kongres AS pada 2018.

Adapun Farrakhan adalah pemimpin Nation of Islam, yang ceramahnya mendorong separatisme kulit hitam dan menyebut penganut Yahudi sebagai rayap.

Facebook bakal menghapus semua akun, pages, laman grup, maupun event yang terkait dengan individu-individu tersebut, baik di Facebook maupun Instagram. Hal ini diklaim sejalan dengan kebijakan perusahaan yang melarang penyebaran kekerasan maupun kebencian.

Namun, akun-akun yang mendukung tokoh-tokoh kontroversial tersebut tidak akan dihapus. Hal ini sama dengan yang dilakukan terhadap para pendukung kelompok militan seperti ISIS dan Al-Qaeda.

Apple Inc, Alphabet Inc, dan Twitter sudah lebih dulu menghapus akun Infowars pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
facebook, Ujaran Kebencian

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top