Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Suasana Penangkapan Bupati Talaud Sri Wahyumi oleh KPK

Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 30 April 2019  |  21:08 WIB
Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip di Bandara Melonguane Talaud Sulawesi Utara - Istimewa
Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip di Bandara Melonguane Talaud Sulawesi Utara - Istimewa

Bisnis.com, MANADO—Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sri dijemput KPK di Kantor Bupati Kab. Kepulauan Talaud pada Selasa (30/4/2019) pukul 11.20 WITA. Dia kemudian digiring ke Manado menggunakan pesawat Wing Air dengan nomor penerbangan IW 1163. Dari Manado, dia kemudian akan dikirim ke Jakarta bersama petugas KPK.

Penangkapan oleh KPK tersebut dilaksanakan dengan mendapat pengamanan dari personil Brigadir Mobil (Brimob) KI 4 DPP LPTU Dicky R. Onthoni. Saat ditangkap, Sri tengah menggunakan topi berwarna merah jambu dan baju batik.

Ketika tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado baik Sri maupun KPK tidak bersedia memberikan komentar. Penjagaan di sekitar Bandara terpantau diperketat saat bupati korup yang menjabat sejak 2014 itu tiba di Kota Tinutuan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya mengirim petugas ke Manado pada pagi. Sri diduga terlibat dalam transaksi pengadaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. Sri menjadi satu dari dua orang yang diamankan oleh KPK untuk digelandang ke Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangakaian Operasi Tangkap Tangan [OTT] sejak menjelang tengah malam, Senin, 29 April 2019 di Jakarta. Tim mengamankan empat orang pihak swasta di Jakarta dan saat ini sudah berada di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya Selasa (30/4/2019).

Febri menjelaskan, dalam kasus ini Sri diduga menerima hadiah berupa tas, jam tangan, dan perhiasan berlian dengan harga mencapai ratusan jutaan rupiah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kepulauan talaud OTT KPK
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top