Anggaran Pemilu Rp25 Triliun, Sandi Anggap Sudah Pantas Voting Elektronik

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berduka atas jalannya pemilihan umum serentak 2019 yang telah menelan ratusan korban jiwa. Penyelenggaraan harus dievaluasi.
Jaffry Prabu Prakoso | 25 April 2019 20:04 WIB
Sandiaga Uno dan Erwin Aksa/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, TANGSEL– Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berduka atas jalannya pemilihan umum serentak 2019 yang telah menelan ratusan korban jiwa. Penyelenggaraan harus dievaluasi.

Melihat kondisi seperti ini, Sandiaga sangat setuju usulan pemilihan umum (pemilu) dilakukan dengan cara voting elektronik atau e-voting. D

ana besar yang dikucurkan pemerintah selayaknya dapat hasil maksimal.  

Dengan Rp25 triliun lebih yang digelontorkan untuk ini, mestinya kita punya pemilu yang lebih canggih.

"Harusnya dilakukan dari sekarang juga,” katanya di Tangerang Selatan, Kamis (25/4/2019).

Alasannya bukan tanpa sebab. Selain alokasi anggaran yang cukup besar, di era industri 4.0 Indonesia mau tidak mau harus mencoba penggunaan teknologi.

Dengan sistem pemilu yang canggih, cawapres nomor urut 02 ini yakin dapat menghasilkan yang terbaik. Ini diharapkan tidak ada lagi petugas pemilu yang gugur saat bertugas. 

“Ketidakpercayaan masyarakat terhadap hasil ini, rekapitulasi C1 yang dibakar dan dipertontonkan bisa berkurang. Dengan evoting, dengan sistem IT yang kuat, dan anak-anak muda yang hebat, Saya yakin bisa,” ucapnya.

Sebelumnya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengusulkan agar pemilu dilakukan dengan evoting.

Ini dipercaya bisa menjadi jalan keluar atas permasalahan yang terjadi melalui penghitungan manual. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top