Investasi Data Center, Jabar Incar Amazon

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menjajaki peluang agar perusahaan ritel raksasa Amazon membangun fasilitas data center di provinsi tersebut.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 April 2019  |  14:19 WIB
Investasi Data Center, Jabar Incar Amazon
Regional Managing Director, Public Sector, Amazon Web Services Peter Moore (kiri) dan Managing Director Amazon Web Services Asia Pacific Ed Lenta di Jakarta pada Kamis (4/4/2019). - Dok. AWS

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menjajaki peluang agar perusahaan ritel raksasa Amazon membangun fasilitas data center di provinsi tersebut.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan intensif dengan pihak perusahaan Amerika Serikat tersebut sejak enam bulan lalu. 

Menurutnya peluang ini ditawarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang langsung ditindaklanjuti pihaknya. “Saya meeting sudah tiga kali,” katanya di Bandung, Kamis (25/4).

Menurutnya Jabar memiliki potensi meraih investasi teknologi di bidang infrastruktur data center dari Amazon karena perusahaan tersebut melihat di kawasan Asia Pasifik fasilitas canggih ini masih kurang.

“Masih negoisasi tapi akan ada [calon] di beberapa daerah di Jabar yang bukan Bandung Raya yang akan menjadi tempat pembangunan fisik,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah menyakinkan Amazon provinsinya siap menyediakan lokasi yang tepat untuk pengembangan infrastruktur tersebut. Setidaknya ada tiga wilayah di luar Bandung Raya yang menurutnya sudah ditawarkan pada Amazon.

“[Lokasinya] masih dirahasiakan karena sebagai perusahaan dunia mereka harus menyakinkan dulu, baru merilis,” paparnya.

Ridwan menghitung jika pembangunan ini direalisasi maka bisa menyedot investasi belasan triliun rupiah. Selain itu dipastikan akan banyak tenaga kerja yang terlibat berikut potensi ekonomi digital Indonesia tidak lari ke luar negeri.

“[Rencana] ini menunjukan pasar global yakin dengan kualitas layanan masa depan dan ekonomi Jabar,” ujarnya.

Keuntungan lain menurutnya adalah ekosistem start up di Indonesia akan makin berkembang sekaligus menekan biaya pemanfaatan fasilitas data center. Selama ini, start up lokal melakukan pengembangan dengan menggunakan fasilitas yang dimiliki Singapura.

“Termasuk unicorn kita mereka nggak [kembangkan] di Indonesia karena nggak ada fasilitas itu bukan hanya database tapi sistem juga. Maka banyak uang keluar. Kalau di Indonesia maka bisa digunakan sampai Brazil. Orang Brazil yang bikin start up bisa menggunakan fasilitas yang dibangun di Indonesia,” paparnya.

Ridwan juga melihat potensi ekonomi digital bisa menjadi sumber investasi lain di luar urusan manufaktur dan industri tekstil. Salah satu yang paling besar adalah industri games dan aplikasi yang banyak dikembangkan oleh pengembang lokal.

Diketahui, konsumen di pasar industri games Indonesia nilainya mencapai Rp40 triliun per tahun. Sayangnya, 90 %  industri games tersebut masih dikerjakan oleh perusahaan luar negeri.

"Potensi pasar Rp40 triliun itu harus kembali ke Tanah Air dikerjakan oleh anak-anak bangsa yang konsisten dan mengerti teknologi. Karena itu Pemprov Jabar akan terus dorong," ujarnya.

Sekda Jabar Iwa Karniwa memastikan Pemprov Jabar sudah serius menata jalan agar ekosistem ekonomi digital makin berkembang.

Pihaknya telah menyusun program-program unggulan untuk menjawab tantangan dampak dari revolusi industri 4.0, baik dari aspek regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan kelembagaan. 

"Program-program unggulan tersebut diantaranya: dibentuknya kebijakan industri dengan program berbagai inovasi pelayanan publik dan penataan daerah, dibangunnya kawasan industri lokal di Kab/Kota Jabar khususnya industri kecil, penyiapan infrastruktur ekonomi digital, inkubator bisnis dan creative/startup company,"  paparnya. 

Selain itu adapun akses pendidikan yang menyiapkan SDM generasi milenial agar menjadi angkatan kerja yang kompetitif, kreatif dan inovatif, penguatan mata rantai produksi dan sistem logistik. “Serta peningkatan investasi berteknologi tinggi dari dalam dan luar negeri," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Setyaji menambahkan sebanyak 600 desa berkembang dan tertinggal di Jawa Barat segera terpasang wifi gratis guna menopang ekonomi digital di kawasan pedesaan.

 “Dengan adanya konektivitas ini, membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakatnya secara langsung sekaligus membuka akses ke dunia luar untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jabar, data center, amazon

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top