Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sofyan Basir Jadi Tersangka : Jika Dicopot, 2 Pos Direksi di PLN Kosong

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi kuasa pemegang saham PLN, sudah menyatakan akan mengambil sikap setelah menerima surat resmi dari KPK terkait dengan penetapan Sofyan Basir sebagai tersangka.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 24 April 2019  |  10:16 WIB
Sofyan Basir. - Bisnis/Dedi Gunawan
Sofyan Basir. - Bisnis/Dedi Gunawan

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi kuasa pemegang saham PLN, sudah menyatakan akan mengambil sikap setelah menerima surat resmi dari KPK terkait dengan penetapan Sofyan Basir sebagai tersangka.

Dengan demikian, ada kemungkinan jabatan direktur utama yang diemban oleh Sofyan Basir segera digantikan atau diisi oleh pelaksana tugas.

Apabila Sofyan Basir dibebastugaskan dari jabatannya di PLN, otomatis ada dua posisi lowong di jajaran direksi PLN.

Selain pos direktur utama, Sofyan Basir juga merangkap sebagai pelaksana tugas Direktur Pengadaan Strategis I di PLN.

Dikutip dari situs resmi PLN, jabatan Direktur Pengadaan Strategis I PLN dirangkap Sofyan Basir sejak 27 November 2017.

Posisi Direktur Pengadaan Strategis I terakhir dijabat oleh Nicke Widyawati yang kemudian diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina.  

Penetapan Sofyan Basir sebagai tersangka kasus proyek PLTU Riau-1 merupakan hasil hasil pengembangan dari penyidikan serta setelah mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan hingga pertimbangan hakim.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan telah menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-1.

Dalam kasus ini, tiga orang telah divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yakni pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK PLN korupsi sofyan basir
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top