Sri Lanka Mengheningkan Cipta, Korban Tewas Bertambah Jadi 321 Orang

Jumlah korban tewas akibat serangkaian serangan bom bunuh diri yang mematikan di Sri Lanka telah meningkat menjadi 321 orang akibat luka parah yang dialami mereka, ujar seorang juru bicara kepolisian.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 April 2019  |  19:59 WIB
Sri Lanka Mengheningkan Cipta, Korban Tewas Bertambah Jadi 321 Orang
Warga menyalakan lilin untuk korban teror bom Sri Lanka, di Peshawar, Pakistan, Minggu (21/4/2019). - Reuters/Fayaz Aziz

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat serangkaian serangan bom bunuh diri yang mematikan di Sri Lanka telah meningkat menjadi 321 orang akibat luka parah yang dialami mereka, ujar seorang juru bicara kepolisian.

Sedangkan sekitar 500 orang terluka dalam ledakan itu, kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera dalam sebuah pernyataannya sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (23/4/2019).

Untuk mengenang kejadian itu, negara mengumumkan hari berkabung nasional dengan mengheningkan cipta selama tiga menit. Bendera diturunkan menjadi setengah tiang di gedung-gedung pemerintah, dan orang-orang menundukkan kepala untuk menegang peristiwa mengenaskan itu.

Keheningan dimulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat, waktu yang pertama dari enam bom meledak pada hari Minggu pagi. Korban tewas berjatuhan di hotel-hotel mewah dan gereja-gereja yang penuh dengan para jemaat Paskah.

Pihak berwenang mengatakan 40 orang sekarang ditahan sehubungan dengan serangan-serangan itu. Pemerintah Sri Lanka mempersalahkan kelompok militan lokal yang sebelumnya tidak banyak dikenal, National Thowheeth Jama'ath.

Mereka yang ditangkap sebagian besar adalah orang Sri Lanka, meskipun Gunasekera mengatakan polisi sedang menyelidiki apakah orang asing terlibat dalam serangan yang dilakukan oleh tujuh pembom bunuh diri.

Menteri kabinet dan juru bicara pemerintah Rajitha Senaratne mengatakan para penyelidik sekarang mencari petunjuk apakah kelompok itu menerima "dukungan internasional".

Juru bicara itu menambahkan bahwa "organisasi kecil" seperti itu tidak mungkin melakukan serangan bunuh diri yang terkoordinasi dengan baik.

Sementara itu, Kantor Presiden Maithripala Sirisena mengatakan ada data intelijen bahwa "kelompok-kelompok teror internasional" berada "di belakang teroris lokal." Karena itu dia akan meminta bantuan asing untuk menyelidikinya.

Keadaan darurat telah diberlakukan dan polisi wewenang luas untuk menahan dan menginterogasi tersangka tanpa perintah pengadilan. Jam malam semalam juga diberlakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris, sri lanka

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup