Sandiaga Uno: Prabowo Seorang Kesatria, Patriot, dan Nasionalis Sejati

Calon wakil presiden Sandiaga Uno sepakat dengan penilaian yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut Prabowo Subianto merupakan sosok yang baik dan rasional.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 23 April 2019  |  19:58 WIB
Sandiaga Uno: Prabowo Seorang Kesatria, Patriot, dan Nasionalis Sejati
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memperlihatkan surat suara yang telah dicoblos di TPS 02 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Calon wakil presiden Sandiaga Uno sepakat dengan penilaian yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut Prabowo Subianto merupakan sosok yang baik dan rasional.

"Pak Prabowo itu seorang kesatria, patriot, seorang nasionalis sejati. Pada 2014 Pak Prabowo datang menyelamati langsung dan datang ke acara pelantikan Pak Presiden. Jadi masalah rasionalitas Pak Prabowo jangan sampai ini diragukan lagi," ujar Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019.

"Harapan kita semua sama, bahwa Indonesia ini lebih baik lagi. Mari kita kawal prosesnya. Dan Pak Prabowo saya sampaikan kemarin saat berjumpa, kita akan berjuang bersama-sama," ujar Sandiaga Uno.

Kemarin, Luhut menyampaikan bahwa Prabowo merupakan bagian dari sejarah Republik Indonesia sehingga memiliki peran yang sangat besar untuk terlibat langsung dalam mematangkan demokrasi di Indonesia dan menghormati apapun keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya dengan Prabowo orang rasional, punya spirit patriotisme tinggi, seorang negarawan, dia tidak pernah ingin menghancurkan negeri ini dengan keputusan yang keliru,” tambahnya.

Luhut yang ditunjuk Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo mengatakan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Prabowo terkait rencana pertemuan yang seharusnya dilaksanakan pada Minggu (21/4/2019).

“Ya, memang saya sudah telepon sama Pak Prabowo, bicara per telepon, ya kami kan teman. Bicara baik baik ketawa-ketawa, ya kita janjian mau ketemu. Hari Minggu kemarin, tapi kemudian ada masalah teknis beliau agak sakit flu, kita reschedule,” ujarnya.

Saat ditelepon, Luhut mengaku pembicaraan berjalan sangat cair karena Prabowo merupakan kawan baiknya. Bahkan, Prabowo disebut ingin makanan Jepang karena memang pertemuan tersebut merupakan janji makan bersama.

Ide Jokowi

Pertemuannya dengan Prabowo diakuinya merupakan ide Jokowi untuk melancarkan silaturahmi pascapemilihan umum serentak pada 17 April lalu.

“Pak Prabowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja sebenarnya mau bilang, ya jangan terlalu didengerin lah kalau pikiran-pikiran yang terlalu gak jelas basisnya. Karena pak Prabowo orang rasional juga,” kata Luhut.

Luhut mengatakan ia ingin Prabowo dikenal sebagai seorang pemimpin yang turut mematangkan demokrasi di Indonesia. Hal ini, kata Luhut, bisa dicerminkan dari menghormati apapun keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Luhut menambahkan Prabowo juga merupakan seseorang yang mengedepankan sportivitas. Oleh karena itu, ia meminta pemungutan suara di pemilu 2019 dilakukan dengan jujur dan seadil-adilnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, prabowo subianto, Luhut Pandjaitan, Pilpres 2019

Sumber : Tempo.co

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top