Amerika : Semua Impor Minyak dari Iran Harus Berakhir

Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan bahwa semua importir minyak Iran harus segera mengakhiri impor mereka atau dikenai sanksi, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 April 2019  |  10:07 WIB
Amerika : Semua Impor Minyak dari Iran Harus Berakhir
Bendera Iran - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan bahwa semua importir minyak Iran harus segera mengakhiri impor mereka atau dikenai sanksi, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Sumber tersebut mengonfirmasi laporan oleh kolumnis Washington Post bahwa pemerintah akan menghentikan sanksi keringanan yang telah diberikan kepada beberapa importir minyak Iran akhir tahun lalu.

Presiden Donald Trump telah menjelaskan kepada tim keamanan nasionalnya selama beberapa minggu terakhir bahwa dia ingin keringanan berakhir. Sedangkan, penasihat keamanan nasional John Bolton telah menangani masalah ini di dalam pemerintahan sebagaimana dikutip Reuters, Senin (22/4/2019).

AS menerapkan kembali sanksi pada November tahun lalu atas Iran setelah Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang ditandatangani antara Iran dan enam negara maju dunia.

Washington menekan Iran untuk membatasi program nuklirnya dan berhenti mendukung perang proksi di Timur Tengah. Bersama dengan sanksi, Washington juga telah memberikan keringanan kepada delapan negara yang telah mengurangi pembelian minyak dari Iran.

Dengan demikian negara-negara itu memungkinkan untuk terus membelinya tanpa dikenakan sanksi selama enam bulan lagi. Negara itu adalah China, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Turki, Italia, dan Yunani.

Seiring dengan langkah itu, Menlu AS, Mike Pompeo akan mengumumkan "bahwa, pada tanggal 2 Mei, Departemen Luar Negeri tidak akan lagi memberikan keringanan sanksi kepada negara mana pun yang saat ini mengimpor minyak mentah atau kondensat dari Iran," kata ujar kolumnis Washington Post, Josh Rogin dalam laporannya sebagaimana mengutip dua pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Pada Rabu lalu, Frank Fannon, Asisten Sekretaris Negara untuk Sumber Daya Energi, mengulangi posisi pemerintah bahwa tujuannya adalah untuk mencapai nol ekspor Iran secepat mungkin.

Negara-negara lain siap memantau apakah AS akan melanjutkan keringanannya. Selasa lalu, Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Turki mengharapkan Amerika Serikat untuk memperpanjang keringanan yang diberikan kepada Ankara untuk melanjutkan pembelian minyak dari Iran tanpa melanggar sanksi AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top