Kapolri Instruksikan Kapolda Waspadai Potensi Pergerakan Massa

Pengerahan massa diperkirakan bisa terjadi saat pengumumuman pemenang Pilpres 2019 di KPU.
Sholahuddin Al Ayyubi | 18 April 2019 14:21 WIB
Petugas KPPS melakukan penghitungan suara Pilpres di TPS 222 Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Rabu (17/4/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA--Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian telah memerintahkan seluruh Kapolda se-Indonesia meningkatkan kewaspadaan terkait prediksi adanya pergerakan massa. Hal itu diperkirakan terjadi ketika pengumuman pemenang Pilpres di KPU.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan Polri akan terus memberikan pengamanan terhadap seluruh tahapan Pemilu. Pengamanan diberikan hingga penghitungan suara rampung di seluruh Indonesia.

Dedi menilai setiap daerah memiliki potensi kerawanan yang berbeda, sehingga Kapolri menginstruksikan agar seluruh Kapolda mewaspadai potensi pergerakan massa.

"Polri telah menginstruksikan seluruh jajaran Polda untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberi jaminan keamanan kepada masyarakat. Kami akan terus mengawal agenda dan tahapan Pemilu," tutur Dedi, Kamis (18/4/2019).

Dedi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan agenda politik gerakan massa pada saat penghitungan surat suara nanti. Dia memastikan Polri akan mengambil tindakan tegas, jika ada masyarakat yang membuat gaduh di Indonesia.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Intinya, kami tetap akan mengawal KPU hingga dibuka resmi hasil penghitungan suara pada 22 Mei 2019 nanti," kata Dedi.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, kpu, penghitungan suara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup