Struktur Utama Katedral Notre-Dame Paris Selamat dari Amukan Api

Kebakaran yang menghanguskan Katedral Notre-Dame, Senin (16/4/2019) telah menghancurkan atap landmark Paris dan membuat warga Prancis dan dunia terkesiap.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 16 April 2019  |  09:51 WIB
Struktur Utama Katedral Notre-Dame Paris Selamat dari Amukan Api
Percikan api memenuhi udara saat para anggota pemadam kebakaran Paris menyemprotkan air untuk memadamkan api ketika Katedral Notre Dame terbakar di Paris, Prancis, 15 April 2019. - REUTERS/Philippe Wojazer

Bisnis.com, PARIS – Pasukan pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan struktur batu katedral Notre Dame Paris yang amuk api.

Kebakaran yang menghanguskan Katedral Notre-Dame, Senin (16/4/2019) telah menghancurkan atap landmark Paris dan membuat warga Prancis dan dunia terkesiap.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran memastikan bahwa mereka telah menyelamatkan cangkang struktur batu katedral tersebut dari kehancuran.

Jilatan api yang mulanya terjadi pada sore hari dengan cepat merambat ke atap katedral yang berusia berabad-abad. Puncak menara disergap si jago merah yang lantas menghanguskan seluruh bagian atap.

Saat terbakar hingga petang hari, petugas pemadam kebakaran berjuang untuk mencegah salah satu menara lonceng utama runtuh. Seorang petugas pemadam kebakaran terluka parah dan menjadi  satu-satunya korban yang dilaporkan terjadi dalam peristiwa tersebut.

Asap mengepul dari Katedral Notre Dame, Paris, Prancis/Reuters TV

"Kami yakin bahwa dua menara Notre-Dame telah diselamatkan," kata kepala pemadam kebakaran Paris Jean-Claude Gallet kepada wartawan di lokasi kejadian. "Kami meyakini bahwa struktur utama Notre-Dame telah diselamatkan," ujarnya.

Meski begitu, masih ada risiko bahwa beberapa struktur interior bisa runtuh. Petugas pemadam kebakaran akan bekerja semalam untuk melakukan pendinginan, ujar Gallet seperti dilaporkan Reuters, Senin (16/4/2019).

Warga Paris yang kebingungan bersama para turis yang terpana menatap dengan tak percaya saat kobaran api mengamuk di katedral, yang terletak di Ile de la Cite, sebuah pulau di Sungai Seine dan menandai pusat kota Paris.

Ribuan orang yang menonton berbaris di jembatan Seine dan sepanjang tanggulnya, polisi menjaga mereka agar tidak mendekat ke lokasi kebarakan.

Para pemimpin dunia menyatakan kaget dan mengirim belasungkawa kepada Prancis. Presiden Emmanuel Macron mengatakan seluruh bangsa merasa berduka. "Seperti semua rekan kita, saya sedih malam ini melihat bagian dari kita semua terbakar," ujar Macron melalui akun twitternya.

Petugas pemadam kebakaran harus berjuang melawan asap dan menghindari tetesan timah yang mencair saat berupaya menyelamatkan karya seni dan peninggalan sejarah tak ternilai tersebut.

Mahkota duri berusia berabad-abad yang terbuat dari alang-alang dan emas dan tunik yang dikenakan Saint Louis, raja Prancis abad ke-13, diselamatkan, ujar Monsinyur Patrick Chauvet , wali gereja yang mengurus adminitrasi Notre-Dame.

Di sisi lain, ia menambahkan, para petugas pemadam kebakaran telah berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan beberapa lukisan besar dari amukan api.

Kantor Kejaksaan Paris mengatakan telah melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut. Beberapa sumber kepolisian mengatakan bahwa mereka saat ini masih berasumsi bahwa kebakaran tersebut terjadi secara tidak disengaja.

SIMBOL PARIS

Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, mengatakan di tempat kejadian bahwa beberapa karya seni yang ada di katedral telah diselamatkan dan disimpan di tempat yang aman.

Katedral yang berasal dari abad Ke-12 dan digambarkan dalam novel klasik Victor Hugo "The Hunchback of Notre-Dame" ini merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Katedral tersebut menarik jutaan wisatawan setiap tahun.

Di katedral ini umat Katolik Roma Prancis merayakan Pekan Suci, menandai kematian dan kebangkitan Yesus.

Uskup Agung Paris meminta semua pemimpin gereja di Paris untuk membunyikan lonceng gereja sebagai tanda solidaritas untuk Notre-Dame.

“Saya punya banyak teman yang tinggal di luar negeri dan setiap kali mereka datang saya mengatakan kepada mereka untuk pergi ke Notre-Dame,” kata saksi Samantha Silva, dengan berlinangan air mata.

“Saya sudah sering mengunjunginya, tetapi tidak akan pernah sama. Itu adalah simbol nyata Paris. "

Dibangun mulai tahun 1163, Notre-Dame dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur katedral Gothic Perancis.

Tempat ini terkenal dengan tulang rusuknya yang melayang, penopang terbang, dan jendela kaca patri yang memukau, serta banyak gargoyle batu berukirnya.

Atapnya yang sepanjang 100 meter (330 kaki), yang sebagian besar dilahap api jam-jam  pertama kebakaran merupakan salah satu bangunan tertua di Paris, menurut situs web katedral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
paris, katedral notre dame

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top