Kepala BMKG : Gempa Morowali-Banggai Mirip Gempa Palu

Gempa yang terjadi di Morowali-Bangga dengan kekuatan hingga 6,8 SR disebutkan memiliki kemiripan dengan gempa palu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 April 2019  |  22:59 WIB
Kepala BMKG : Gempa Morowali-Banggai Mirip Gempa Palu
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - bmkg.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa yang terjadi di Morowali-Bangga memiliki kemiripan dengan gempa yang terjadi di Palu.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dwikorita mengatakan terdapat kesamaan gempa bumi di Palu dengan yang terjadi di Kabupaten Morowali dan Kepulauan Banggai berkekuatan 6,8 SR (setelah pemutakhiran dari 6,9 SR).

"Ini sama tipenya strike slide (pergerakan mendatar), mirip cuma lokasi berbeda," kata Dwikorita dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat.

Kendati memiliki kesamaan, Dwikorita belum dapat memastikan apakah gempa itu akan semakin kuat sebagaimana di Palu.

BMKG, kata dia, mengamati gempa tersebut selama satu jam sejak gempa terjadi dan belum dideteksi gempa susulan terjadi.

"Kami terus memantau, maka kami tunggu sampai satu jam. Meski tidak ada kenaikan tinggi yang signifikan. Kami tunggu satu jam jaga-jaga apabila ada kemungkinan gempa lebih kuat," kata dia.

Dwikorita mengatakan gempa susulan dalam satu jam sejak gempa terjadi menunjukkan tren semakin turun.

"Sampai saat ini kami belum memastikan apakah ada yang kuat lagi. Semoga tidak ada gempa yang kuat," katanya.

Tim SAR Siaga

Sementara itu, Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu menyiagakan personel yang berada di Pos SAR Kota Luwuk, Kabupaten Banggai dan Morowali pascagempa bermagnitudo 6,8 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Jumat malam.

"Penyiagaan personel sudah menjadi hal mutlak dan perlu ditingkatkan," kata Kepala Kantor SAR Palu Basrano, di Palu, Jumat malam.

Dilaporkan, hingga malam ini tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, meski begitu Basarnas tetap bersiaga.

Basrano menyebutkan seluruh personel Basarnas di Sulawesi Tengah berjumlah 62 orang disiagakan dan secara nasional Basarnas Kendari, Gorontalo, Makassar dan Manado termasuk Basarnas pusat turut disiagakan.

"Dari pantauan Basarnas dan informasi resmi yang kami terima, situasi di Kabupaten Bangai Kepulauan, Banggai dan Morowali hingga kini masih aman," ungkap Basrano.

Basarnas menghimbau warga di Kabupaten Banggai Kepulauan, dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak panik pascagempa mengguncang kabupaten tersebut.

"Situasi di Kabupaten Morowali terjadi pemadaman listrik dan BPBD setempat telah mendirikan tenda darurat, " tambahnya.

Dari rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu dirasakan di Kabupaten Poso, Buol, Morowali, Banggai dan Palu dengan kekuatan getaran IV MMI, Kolaka Utara dan Toli-toli III-IV MMI, Sumalata, Kotamobagu, Palopo, Kolaka, Makassar dan Kep. Konawe III MMI, Gorontalo dan Kendari II-III MMI, Manado, Pinrang dan Konawe II MMI.

Turun Gunung

Sementara itu, masyarakat Kota Luwuk, yang mengungsi ke bukit dan pegunungan mulai turun dan kembali ke rumah masing-masing setelah BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami.

"Sebagian warga mulai turun dari Bukit Keles, namun masih banyak yang tetap bertahan," ujar Stepen Sofyan yang dihubungi di Luwuk.

Sedangkan warga sejumlah desa di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, masih bertahan di tempat pengungsian di halaman Mapolsek Batui dan Kancor Camat Batui.

"Belum ada yang pulang, apalagi di sini masih hujan dan lampu padam," ujar Pian dari lokasi pengungsian.

Sementara itu Kapolsek Batui bersama camat dan aparat TNI berjaga di pinggir pantai untuk melihat kondisi permukaan air laut.

"Ternyata semua aman-aman saja," ujar Pian lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, banggai, morowali

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top