Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hampir 90 Persen Kekayaan Sandiaga Berupa Surat Berharga, Ini Perbandingan Harta Capres-Cawapres

Periode pemeriksaan LHKPN sesuai dengan UU No 30/2002 tentang KPK. Pasal 13 menyebutkan KPK melaksanakan tugas pencegahan dan berwenang melakukan pemeriksanaan LHKPN. 
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 April 2019  |  18:10 WIB
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN). Data tersebut didapatkan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disampaikan langsung oleh masing-masing pasangan calon. 

Periode pemeriksaan LHKPN sesuai dengan UU No 30/2002 tentang KPK. Pasal 13 menyebutkan KPK melaksanakan tugas pencegahan dan berwenang melakukan pemeriksanaan LHKPN. 

"Pak Joko Widodo, Pak Ma'ruf Amin, dan Pak Sandiaga Uno melaporkan LHKPN pada 14 Agustus 2018. Sementara itu, Pak Prabowo melaporkan terlebih dahulu yaitu 9 Agustus 2018," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat berada di Kantor KPU RI, Jumat (12/4/2019). 

Dia menuturkan verifikasi LHKPN dilakukan oleh KPK sesuai dengan peraturan lembaga antikorupsi tersebut. Meski demikian, dia menuturkan dokumen LHKPN bersifat hidup atau tidak tetap. 

Verifikasi administrasi dan penelusuran harta kekayaan terkini (update) dapat dilaksanakan apabila ada laporan masyarakat. 

Mengacu pada LHKPN yang ditetapkan oleh KPK, jumlah kekayaan Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo per 14 Agustus 2018 mencapai Rp50,2 miliar. Sementara itu, total harta kekayaan Cawapres Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin pada periode yang sama berkisar Rp11,6 miliar.  

Dalam LHKPN tercatat, Jokowi memiliki utang Rp1,19 miliar, sedangkan Ma'ruf Amin mempunyai utang sekitar Rp657 juta. Adapun, Prabowo Subianto tidak memiliki utang dan pasangan Prabowo, Sandiaga Uno memiliki utang sekitar  Rp340 juta.

Menarik dicermati, total kekayaan Sandiaga Uno lebih dari 90% dalam bentuk surat berharga. Sandi memiliki harta dalam bentuk surat berharga senilai Rp4,71 triliun dari total hartanya yang mencapai Rp5,09 triliun.

Harta kekayaan Capres Nomor Urut 02 per 9 Agustus 2018 sebesar Rp1,95 triliun. Adapun, harta kekayaan Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno yang tercatat hingga 14 Agustus 2018 mencapai Rp5,09 triliun. 

Berikut rincian harta kekayaan paslon 01 dan 02 jelang hari H pencoblosan Pilpres 2019 pada 17 April mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sandiaga uno prabowo subianto harta kekayaan penyelenggara negara Ma'ruf Amin
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top