Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditahan Thailand, 11 Nelayan Aceh Dibebaskan

11 nelayan asal Aceh yang memasuki wilayah Thailand tanpa izin akhirnya diizinkan untuk kembali ke Indonesia
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 09 April 2019  |  14:32 WIB
Nelayan tradisional - ANTARA/Ampelsa
Nelayan tradisional - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA - 11 nelayan Indonesia asal Aceh yang sempat ditahan karena memasuki teritori Thailand dengan kapal Kapal KM Harapan Baroe 01 berukuran 21 GT akhirnya dibebaskan pada Senin (8/4/2019).

Pembebasan ini dilakukan setelah kapal para nelayan yang diketahui mengalami kerusakan itu rampung diperbaiki. Konsul Indonesia di Songkhla turut memberi bantuan dalam proses pembebadan tersebut.

"Konsulat RI Songkhla membebaskan 11 WNI asal Aceh yang ditahan Aparat Keamanan Thailand karena melakukan pelanggaran batas wilayah," ungkap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal pada Selasa (9/4/2019).

Menurut Iqbal, pelepasan secara resmi dilakukan langsung oleh Komandan Royal Thai NAVY (RTN) Phang Ngah, Thailand, Laksamana Muda Nataphon Malarat. Pelepasan dilaksanakan setelah KMHB 01 menjalani perbaikan mesin, pengisian bahan bakar dan pengisian logistik untuk tiga hari pelayaran ke Aceh.

KMHB 01 ditahan oleh aparat kemanan laut Thailand pada 5 April 2019 karena melalui perbatasan dan masuk sekitar 30 mil k perairan Thailand. L

Selain karena memasuki perairan Thailand tanpa izin, penangkapan juga dilakukan karena perairan tersebut telah dinyatakan steril sementara waktu karena sedang digunakan untuk latihan militer oleh Angkatan Bersenjata Thailand.

Sejak mendapatkan informasi mengenai penangkapan tersebut, Konsulat RI di Songkhla memberikan upaya perlindungan secara maksimal. Iqbal menjelaskan perwakilan RI berusaha meyakinkan aparat bahwa para nelayan tak memasuki kawasan Thailand secara sengaja, melainkan karena kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan sehingga terbawa arus.

"Kami mencoba meyakinkan otoritas Thailand bahwa mereka tidak sengaja memasuki perairan Thailand, tetapi terdampar akibat kerusakan mesin dan minimnya peralatan navigasi," kata Konsul RI untuk Songkhla Fachri Sulaeman dalam pernyataan resmi.

Saat proses pelepasan dilakukan, kondisi 11 WNI dalam keadaan sehat dengan bantuan logistik dari KRI Songkhla. Diperkirakan kapal KMHB 01 akan tiba kembali di perairan Aceh pada tanggal 11 April 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand perlindungan nelayan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top