Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Bandung Selatan : Kolam Retensi Lebih Besar Akan Dibangun di Dayeuhkolot

Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya terus berupaya menuntaskan permasalahan banjir di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 07 April 2019  |  12:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau banjir - Bisnis/Wisnu Wage
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau banjir - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali meninjau titik banjir di desa Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu (6/4/2019) sore. 

Gubernur juga menyerahkan bantuan logistik ke masyarakat terdampak banjir yang ditampung di aula kantor desa Bojong Asih.

Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya terus berupaya menuntaskan permasalahan banjir di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah. Salah satunya akan kembali membangun kolam retensi yang lebih besar. Semakin banyak lokasi parkir air diharapkan mengurangi potensi banjir saat curah hujan tinggi.

"Upaya pemerintah terus berlangsung ya dan kita juga tahun ini sudah menyiapkan tambahan satu danau retensi yang lebih besar di lokasi lain. Makin banyak parkir air di tempat seperti ini mudah-mudahan mengurangi potensi banjir," kata Emil -- sapaan Gubernur.

Selain itu, proyek terowongan Nanjung yang kini dalam proses pembangunan, diyakini Emil akan mempercepat aliran sungai Citarum sehingga meminimalisir banjir di sejumalah wilayah Bandung. Ditargetkan terowongan tersebut akan rampung akhir tahun ini.

"Proses konstruksinya kan belum selesai,  kalau itu (terowongan Nanjung) selesai jadi tidak akan ada kenaikan air karena alirannya akan lebih cepat ke situ," ujar Emil.

Pantauan saat ini, banjir sudah berangsur surut. Tampak sejumlah warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya.

Aktivitas sekolah dan industri di wilayah tersebut berlangsung normal. Namun Emil mengimbau warga untuk tetap selalu waspada karena cuaca yang tidak menentu dan sulit diprediksi.

"Kita tidak bisa memprediksi secara teknis ya ada cuaca ekstrem, saya minta warga tetap tenang dan waspada karena kita juga terus berupaya," turur Emil.

Menjelang hari pencoblosan Pileg dan Pilpres tanggal 17 April mendatang, Gubernur memastikan tidak akan terganggu dan tetap sesuai jadwal. Keamanan pun akan ditingkatkan di wilayah terdampak banjir.

"Jelang pencoblosan H-10, menurut perhitungan kita kalau tidak ada hujan besar 3 hari lagi banjir akan surut. Disamping kita juga tingkatkan keamanan, mudah-mudahan semua berjalan normal," kata Emil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir banjir bandung selatan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top