Banjir Sentani, Kementerian PPPA Pantau Pemulihan Trauma

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya memastikan pemulihan trauma perempuan dan anak-anak korban banjir bandang di Sentani, Papua. Menteri Yohana Yembise Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pihaknya ingin memastikan proses pemulihan trauma pasca bencana pada perempuan dan anak sudah berjalan dengan semestinya.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 01 April 2019  |  21:57 WIB
Banjir Sentani, Kementerian PPPA Pantau Pemulihan Trauma
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan seusai melakukan audiensi tertutup dengan Mahkamah Konstitusi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (26/12/2018)./ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com,JAKARTA- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya memastikan pemulihan trauma perempuan dan anak-anak korban banjir bandang di Sentani, Papua.

Menteri Yohana Yembise Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pihaknya ingin memastikan proses pemulihan trauma pasca bencana pada perempuan dan anak sudah berjalan dengan semestinya.

Sebagai langkah cepat tanggap, dia mengaku telah menginstruksikan deputi terkait untuk terlebih dahulu melihat langsung kondisi perempuan dan anak pascabencana banjir di Sentani. Sejumlah bantuan spesifik anak pun telah diberikan diantaranya, susu, makanan dan perlengkapan bayi, pakaian anak, mainan anak, dan perlengkapan mandi. Selain itu diberikan juga kebutuhan spesifik perempuan seperti, pakaian daster, susu ibu hamil dan lansia, selimut, keperluan spesifik perempuan dan lansia, dan makanan.

“Memberikan bantuan pokok memang penting, namun memastikan agar perempuan dan anak tetap dapat hidup layak dan tidak mengalami trauma pasca bencana juga tidak kalah penting. Kegiatan rehabilitasi psikologis dan pemulihan trauma pasca bencana dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bermain, bernyanyi, bercerita, dan berdoa bersama sebab anak harus tetap merasakan senang, aman, dan nyaman walaupun dalam kondisi pasca bencana,” ujarnya, Senin (1/4/2019).

 Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA, Vennetia R Dannes mengatakan kehadiran Pemerintah Pusat untuk memastikan kondisi perempuan dan anak pada proses rehabilitasi, serta tak lupa juga untuk memastikan bahwa kebutuhan khusus perempuan dan anak sudah terpenuhi dengan baik.

"Proses pemulihan trauma pasca bencana menjadi penting, mengingat mereka harus kembali melanjutkan kehidupannya setelah bencana ini. Oleh karena itu, kami membawa psikolog khusus perempuan dan anak agar dapat memberikan pemulihan dan pemahaman tentang bagaimana agar dapat bangkit dari bencana," tambah Vennetia.

Berdasarkan data dari BNPB hingga akhir 2019, masih ada 5.347 jiwa yang tersebar di 21 titik posko pengungsian. Mayoritas korban yang masih ada di pengungsian merupakan korban dari meluapnya Danau Sentani. Sedangkan di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, jumlah pengungsi yang masih bertahan sebanyak 532 jiwa, mayoritas mereka berasal dari Distrik Sentani. Adapun jumlah pengungsi perempuan sebanyak 130 jiwa, laki-laki sebanyak 146, dan pengungsi anak sebanyak 226 jiwa.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top