IPDN, STAN dan Sejumlah Sekolah Kedinasan Dibuka 9 April, Begini Cara Daftarnya!

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni pada kementerian/lembaga yang memiliki lembaga pendidikan kedinasan seperti IPDN, STAN dan untuk tahun anggaran 2019.
Amanda Kusumawardhani | 29 Maret 2019 15:41 WIB
Pamong Praja Muda (PPM) angkatan XXV melakukan selebrasi melempar topi saat upacara Kelulusan dan Pelantikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2018 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7). Presiden Joko Widodo melantik sebanyak 1.456 Pamong Praja Muda yang akan ditempatkan di seluruh pelosok daerah di Indonesia. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni pada kementerian/lembaga yang memiliki lembaga pendidikan kedinasan untuk tahun anggaran 2019.

Dalam pengumuman yang ditandatangani Sekretaris Kementerian PANRB, Dwi Wahyu Atmaji, tertanggal 28 Maret 2019 disebutkan, lembaga pendidikan kedinasan K/L yang membuka penerimaan siswa baru dan jumlah yang diterima adalah:

1. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Kemenkeu, 3.000 siswa

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kemendagri, 1.700 siswa

3. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), BSSN, 100 siswa

4. Politeknik Ilmu Kemasyarakatan (POLTEKIP) dan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM), Kemenkumham, 600 siswa

5. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), BIN, 250 siswa

6. Politeknik Statistika STIS, BPS, 600 siswa

7. Sekolah Tinggi Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), BMKG, 250 siswa

8. Terdapat 11 sekolah tinggi, poltek, dan akademi, kemenhub, 2.676 siswa

“Pendaftaran 9-30 April,” demikian tulis pengumuman itu, dikutip dari setkab.go.id, Jumat (29/3/2019).

Dalam pengumuman itu disebutkan, pelamar yang berminat mendaftar secara online melalui portal: https://sscsn.bkn.go.id pada tanggal 9-30 April 2019.

“Calon peserta hanya boleh mendaftar di salah satu program studi dari 8 (delapan) Instansi/Lembaga Pendidikan Kedinasan. Apabila mendaftar di dua program studi atau lebih, maka yang bersangkutan secara otomatis dinyatakan gugur,” tegas pengumuman itu.

Seleksi dilaksanakan secara bertahap di masing-masing K/L. Salah satu tahapan seleksi adalah Seleksi Kemampun Dasar (SKD) yang menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Sedangkan tahapan seleksi selanjutnya diatur oleh masing-masing Kementerian/Lembaga.

“Peserta dapat mengikuti pendidikan apabila telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi,” bunyi pengumuman itu.

Sementara pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), menurut pengumuman ini, dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan serta memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan Kedinasan yang bersangkutan, dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari Kementerian/Lembaga yang bersangkutan dan Pemerintah Daerah (yang melakukan pola pembibitan pada Kementerian Perhubungan) berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB.

Ditegaskan dalam pengumuman itu, agar masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang dikaitkan dengan proses penerimaan siswa-siswi dan taruna-taruni.

“Tidak ada orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu,” tegas Dwi Wahyu Atmaji melalui pengumuman itu.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
snmptn, sbmptn, ipdn

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup