Disebut Mahal, Berapa Sebenarnya Biaya Kuliah di Kedokteran UI?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Ari Fahrial Syam, menjelaskan soal mekanisme pembiayaan kuliah yang bisa diajukan oleh calon mahasiswa UI.
Iim Fathimah Timorria | 24 Maret 2019 07:48 WIB
Kampus Universitas Indonesia (UI) - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Ari Fahrial Syam, angkat suara soal biaya pendidikan yang berlaku di UI. Ia menepis kabar yang menyebutkan bahwa menjalani kuliah di fakultas yang ia pimpin memerlukan biaya yang tinggi.

Melalui pesan yang ditulis di akun Instagram-nya, Ari memaparkan bahwa kampus yang terkenal dengan jaket kuningnya itu menerapkan skema pembayaran yang memungkinkan siapa saja menempuh studi di sana. Skema tersebut disesuaikan kemampuan finansial peserta didik dan diterapkan di semua fakultas, termasuk FKUI.

"Ada skema pembayaran yang memungkinkan siapapun bisa sekolah di UI maupun di FKUI. Hoaks kalau untuk menjadi sarjana atau dokter dari UI jalur reguler mahal," tulis Ari melalui akun @dokterari pada Sabtu, (23/3/2019).

Ari mengatakan terdapat dua pilihan skema pembiayaan yang diterapkan di UI, yakni Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Pilihan dan BOP Berkeadilan dan. BOP Berkeadilan merupakan mekanisme yang disesuaikan dengan kemampuan penanggung biaya pendidikan calon mahasiswa. Calon mahasiswa baru UI memiliki hak untuk mengajukan BOP Berkeadilan.

Mengutip laman resmi UI, BPOP Berkeadilan terdiri atas enam kelas dengan biaya terendah di kelas satu berkisar di angka Rp0 sampai Rp500.000. Adapun biaya tertinggi untuk rumpun sosial humaniora berada di kelas enam dengan biaya Rp4 juta sampai Rp5 juta. Sementara di rumpun sains dan teknologi, biaya tertinggi berada di kisaran Rp6 juta sampai Rp7 juta.

"Untuk yang mampu dianjurkan untuk mengambil biaya tertinggi misal untuk FKUI Rp20 juta per semester dan untuk yang tidak mampu tentu harus melengkapi syarat-syaratanya [supaya] bisa nol rupiah per semesternya," sambung Ari.

Untuk mengajukan pembiayaan dengan skema BOP Berkeadilan, calon mahasiswa perlu melengkapi sejumlah persyaratan. Berkas yang diperlukan antara lain slip gaji, bukti tagihan listrik, surat keterangan kemampuan ekonomi, dan berkas pendukung lainnya. Calon mahasiswa dapat mengecek hal ini lebih jauh di laman http://penerimaan.ui.ac.id

Sebagaimana pernyataan Ari, penanggung biaya calon mahasiswa dengan kemampuan finansial ekonomi bisa menentukan sendiri jumlah pembayaran melalui mekanisme BOP Pilihan. Jumlah biaya yang dibayar per semesternya pun bervariasi. Untuk rumpun sosial humaniora, biaya terendah adalah Rp7,5 juta dan tertinggi Rp17,5 juta, sementara rumpun sains dan teknologi biaya berkisar di angka Rp10 juta sampai Rp20 juta yang dibagi menjadi lima kelas.

UI melalui keterangan di laman resminya menyebutkan bahwa mekanisme ini adalah salah satu cara bagi calon mahasiswa untuk berkontribusi lebih kepada pendidikan. Besaran biaya dalam mekanisme ini pun lebih tinggi dibanding batas maksimal untuk BOP Berkeadilan.

Selain mekanisme di atas, Ari mengungkapkan bahwa mahasiswa yang kurang mampu tak perlu khawatir soal masalah biaya pendidikan maupun biaya hidup. Pasalnya, Ikatan Alumni (Iluni) FKUI juga bersedia memberi bantuan pembiayaan sehari-hari sampai Rp2 juta per bulannya.

"Bahkan untuk mahasiswa FKUI yang tidak mampu, ILUNI FKUI akan membantu pembiayaan sehari-hari sampai total Rp2 juta per bulan. Sampaikan pesan ini untuk semua yang baru saja diterima di UI. We are the yellow jackets. Tidak ada Mahasiswa UI yang dikeluarkan karena karena masalah biaya pendidikan," ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
universitas indonesia, Fakultas Kedokteran

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup