FOKUS GLOBAL : Keraguan Komitmen AS dan China hingga Presiden Kazakhstan Mundur

Reli ekuitas sempat tersendat setelah laporan yang muncul bahwa kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China dihadapi sejumlah hambatan kecil.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  11:21 WIB
FOKUS GLOBAL : Keraguan Komitmen AS dan China hingga Presiden Kazakhstan Mundur
Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA  - Reli ekuitas sempat tersendat setelah laporan yang muncul bahwa kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China dihadapi sejumlah hambatan kecil.

Dari China juga muncul beberapa spekulasi yang mengatakan bahwa Beijing kemungkinan akan mencoret 737 Max milik Boeing Co. dari perjanjian dagang apapun.

Di belahan dunia yang lain, Perdana Menteri Inggris Theresa May sepertinya hanya memiliki waktu hingga April untuk memutuskan skema Brexit yang dapat diterima oleh parlemen dan Uni Eropa.

Berikut adalah sejumlah hal yang menarik perhatian pasar global.

1. Penolakan China

Pertanda buruk kembali muncul di tengah proses perundingan dagang Amerika Serikat dengan China.

Washington khawatir bahwa Beijing akan melakukan sejumlah penolakan terhadap tuntutan mereka, bahkan ketika Presiden AS Donald Trump terdengar optimistis tentang kemajuan dari proses perundingan.

Pejabat tinggi dari China mengatakan bahwa, meskipun sementara ini mereka telah menyetujui perubahan pada kebijakan kekayaan intelektual, mereka belum menerima jaminan bahwa AS akan menghapus tarif.

Menurut seorang sumber, China juga telah mundur dari perjanjian awal yang mengangkat isu perlindungan data obat-obatan, tidak menawarkan rincian tentang rencana untuk meningkatkan hubungan paten dan menolak untuk memberikan informasi dassar pada masalah layanan data.

2. Tenggat Waktu Brexit

Seorang pejabat senior Uni Eropa mengatakan, mereka kemungkinan akan memberikan informasi pada Kamis (21/3), bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May hanya memiliki waktu tiga pekan untuk memutuskan nasib Brexit.

Ada dua pilihan yang dapat dipertimbangkan May, menunda Brexit hingga 2020 atau mengambil kesempatan yang ada dengan melanjutkan proses pengunduran diri Inggris dari Uni Eropa dengan kesepakatan yang sudah ada dan akan disetujui oleh parlemen pada Juli mendatang.

Jika May cukup optimistis bahwa dia dapat mengumpulkan suara mayoritas hingga musim panas, Uni Eropa hampir yakin bahwa mereka akan menolak penundaan lebih lanjut jika May kembali kalah di parlemen.

Namun, jika May memutuskan dia tidak akan mendapatkan kesepakatan pada Juli, Uni Eropa kemungkinan akan memberikan perpanjangan hingga tahun depan.

3. China Mungkin Batalkan Pesanan 737 Max

Beijing tengah mencari celah untuk mencoret Boeing 737 Max yang bermasalah dari daftar ekspor yang mereka beli dari isi perjanjian dagang dengan Amerika Serikat.

Menurut seorang sumber, pesawat Boeing termasuk dalam daftar rancangan produk AS yang akan dibeli China jika mereka ingin melakukan perdagangan surplus.

Saat ini, standar keselamatan pada pesawat 737 Max tengah menarik perhatian banyak pihak pasca kecelakaan yang menimpa pesawat yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines. Sejumlah negara telah melarang model yang paling laris dipasaran tersebut untuk terbang.

Pengurangan dalam pembelian pesawat bisa mempersulit China untuk memenuhi target surplus perdagangan barang tahunan senilai US$300 miliar dengan AS selama lebih dari enam tahun. Kebijakan ini juga dapat menunda berakhirnya perang dagang.

4. Tantangan Reli Saham AS

Saham Asia siap dibuka dengan variasi pergerakan setelah reli saham Amerika Serikat sempat menghadapi hambatan kecil.

Indeks S&P ditutup dengan sedikit perubahan pada penutupan perdagangan Selasa (19/3) setelah perundingan dagang dengan China dikabarkan menghadapi sejumlah kebuntuan.

Pada awal sesi, benchmark mencapai 2.850 untuk pertama kalinya sejak Oktober.

Imbal hasil tresuri melemah dan harga minyak mentah Texas menurun.

"Pasar telah memperkirakan harga dalam resolusi perang dagang, jadi jika ada kemungkinan ini [perang dagang] diperpanjang, ditunda atau diubah, akan menimbulkan kegelisahan di pasar," kata Gene Goldman, kepala kepala investasi di Cetera Investment Management.

5. Presiden Kazakhstan Mengundurkan Diri

Nursultan Nazarbayev mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden Kazakhstan, menandakan dimulainya pemindahan kekuasaan yang telah lama ditunggu setelah hampir tiga dekade dari negara penguasa produsen energi terbesar di Asia Tengah itu.

"Saya telah mengambil keputusan sulit untuk mengakhiri kekuasaan saya sebagai presiden per 20 Maret," kata Nazarbayev dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia mengatakan Ketua Senat Kassym-Jomart Tokayev akan menggantikannya sampai dengan pemilihan umum yang dijadwalkan pada 2020.

Nazarbayev, 78 tahun, mengatakan dia akan mempertahankan posisi tertinggi kepala dewan keamanan Kazakhstan, kepala partai yang berkuasa, Nur Otan, dan anggota Dewan Konstitusi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kazakhstan, kabar global

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup