Heboh Video Agum Gumelar Bongkar Masa Kelam Prabowo dan Tim Mawar

Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar mengungkap sisi kelam capres Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi yang didokumentasikan dalam bentuk video, dan menjadi viral di media sosial.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  10:54 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar mengungkap sisi kelam capres Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi yang didokumentasikan dalam bentuk video, dan menjadi viral di media sosial.

Agum Gumelar, yang merupakan mantan Danjen Kopassus, bercerita tentang Tim Mawar yang diduga menculik dan menghilangkan para aktivis 1997/1998, dan pemecatan Prabowo dari dinas militer.

Menurut Agum Gumelar yang kini Anngota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo ini, dari 31 Danjen Kopassus, hanya satu orang yakni Prabowo Subianto yang diberhentikan dari dinas militer.

Agum Gumelar pun bercerita bahwa dirinya  menjadi salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang ikut menyidangkan Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus ini mengaku bicara dari hati ke hati dengan anggota Tim Mawar.

"Ketika dari hati ke hati dengan mereka, di situlah saya tahu di mana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu detail," kata Agum.

Selain Agum, para jenderal yang menjadi anggota DKP adalah Subagyo HS waktu itu KSAD, Letjen Arie J. Kumaat, Letjen Yusuf Karta (Kartanegara), Letjen Djamari Chaniago, Letjen Fachrul Razi, Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Agum Gumelar. Itulah anggota DKP. Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, kasus pelanggaran HAM berat.

Berikut petikan penjelasan Agum Gumelar:

Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP sebulan lebih memeriksa yang namanya prabowo subianto. periksa. Dari hasil pemeriksaan ternyata didapat fakta bukti nyata bahwa dia telah melakukan pelanggaran HAM berat. Saya di samping anggota DKP saya mantan Danjen Kopassus. Tim Mawar yang melakukan penculikan itu bekas anak buah saya semua itu. Saya juga pendekatan dari hati ke hati dengan mereka, di luar kerjaan DKP, karena dia bekas anak buah saya toh.

Ketika dari hati ke hati dengan mereka, di sinilah saya tau di mana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya saya tahu detail, gitu lho. Jadi DKP dengan hasil temuan seperti ini merekomendasikan kepada Panglima TNI, rekomendasinya apa? Dengan kesalahan terbukti, direkomendasikan agar supaya yang bersangkutan diberhentikan dari dinas militer. Tanda tangan semua. Subagyo HS tanda tangan, Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan, semua tanda tangan.

Ya walaupun saya heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Beda prinsip itu orang, benar itu. Itu fakta yang tidak bisa dihapus, siapa bisa menghapus ini. Sampai sekarang Amerika, Inggris, Australia, no sama Prabowo. Tidak bisa masuk ke Amerika, tidak bisa masuk ke Inggris. Ini fakta, bukan black campaign, kalau black campaign itu tanpa didukung data. Contohnya black campaign kalau ke Pak Eko (salah satu hadirin) jadi cagub di Jabar, istrinya empat. Itu namanya black campaign, padahal lima (hadirin tertawa). Ini fakta, bukan black campaign.

Jadi saya ingin..., ini kenapa jadi lupa semua? Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarah bangsanya. Satu satuan yang besar, Kopassus, satuan yang besar, adalah satuan yang anggotanya mengerti sejarah Kopassus. Tapi lupa, karena udah lama. Bahwasannya sampai detik ini Komandan Jenderal Kopassus sudah yang ke-31 sekarang. Mayjen Nyoman (I Nyoman Cantiasa) ini yang ke-31. Dari 31 Komandan Jenderal Kopassus, cuma satu yang diberhentikan dari dinas militer. Siapa dia?

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopassus, prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top