Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantan Ketua KPK Jadi Penasihat Panji Masyarakat: Ungkap Hubungan Islam, Hukum, dan Jurnalisme

Buya Hamka, bukan hanya identik dengan karya seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck atau Di Bawah Lindungan Ka'bah. Melainkan juga, Majalah Panji Masyarakat yang didirikannya sejak pada 1959 bersama tiga cendekiawan muslim Indonesia.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Maret 2019  |  20:09 WIB
Mantan Ketua KPK Jadi Penasihat Panji Masyarakat: Ungkap Hubungan Islam, Hukum, dan Jurnalisme
Tiga mantan pimpinan KPK Zulkarnain (kiri), Taufiequrachman Ruki (tengah), dan Erry Riyana Hardjapamekas memberi keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nama Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau akrab disapa Buya Hamka, bukan hanya identik dengan karya seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck atau Di Bawah Lindungan Ka'bah. Melainkan juga, Majalah Panji Masyarakat yang didirikannya sejak pada 1959 bersama tiga cendekiawan muslim Indonesia.

Siapa sangka, Panji Masyarakat kini lahir kembali, menjelma menjadi portal media Islam daring yang diinisiasi oleh para alumni wartawan dan staf karyawan Majalah Panji Masyarakat sebelumnya.

Menariknya, dalam deretan nama yang hadir dalam acara peluncuran perdananya di Depok, Jawa Barat, Jumat (8/3/2019), turut hadir sosok yang pernah dua kali memimpin lembaga antirasuah Tanah Air.

Yaitu, Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003-2007, yang bergabung sebagai Dewan Penasihat Panji Masyarakat.

"Saya ini belum pernah mengurus perusahaan media, tapi diminta sekadar sebagai orang dalam, untuk mengingatkan, untuk menjaga. Jadi ya, saya terima, deh," ungkap Taufiq kepada Bisnis, Jumat (8/3/2019).

Sebagai seorang dengan latar belakang penegak hukum, Taufiq mengaku nilai-nilai religius-islami yang dibawa Panji Masyarakat, mampu menyatukan dirinya dengan rekan-rekan penggawa Panji Masyarakat yang tentunya cenderung berlatar belakang jurnalis.

Sebab, Taufiq menilai Panji Masyarakat beriktikad menyuguhkan nilai-nilai islam sebagai pembawa keselamatan bagi semua pihak, bukan hanya berbicara syariat. Sehingga, dirinya berharap media inj sanggup menjadi inspirasi untuk berbagai kalangan.

"Nilai-nilai islam itu yang harus kita implementasikan dalam kehidupan, dalam setiap profesi apapun," ungkap pria kelahiran Rangkasbitung, Lebak, Banten, 18 Mei 1946 ini.

"Kalau penegak hukum yang beragama islam, jadilah penegak hukum yang islami. Kalau dokter, jadilah dokter yang islami. Kalau jurnalis, ya jurnalis yang islami. Kalau polisi juga, polisi yang islami. Bukan polisi islam, tapi islami, menerapkan nilai-nilainya," tambahnya.

Taufiq pun berpendapat nilai-nilai islam yang seutuhnya itulah yang akan membawa umat beragama muslim menjadi toleran, dan sanggup bekerja sama dengan umat beragama lainnya. Hal inilah yang akan diakomodir oleh Panji Masyarakat.

Oleh sebab itu, seperti ketika dirinya memimpin KPK, Taufiq menilai inilah bentuk menegakkan nilai-nilai islam dengan cara selain sebagai penegak hukum.

"Kita harus memperbaiki kehidupan sosial masyarakat ini, dari berbagai aspek, dari berbagai penjuru, dari berbagai cara, saya memang sudah tidak bisa berbuat [sebagai penegak hukum] lagi karena memang sudah masanya, saya berbuat dengan cara lain, yang bermanfaat," imbuhnya.

Taufiq pun menjamin tidak ada kepentingan politik ataupun kepentingan pribadi dirinya sendiri dengan berfabung ke Panji Masyarakat.

"Tadi waktu mau foto bareng saja, saya minta turunin saja jari-jari yang ada nomor satu atau dua itu. Kita di sini niatnya untuk berguna untuk masyarakat saja," ungkap Taufiq sembari bercanda.

"Kita berbuat baik untuk bangsa dan negara saja semampunya, sudah bagus. Hasilnya tentu kita serahkan pada yang di atas," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media massa taufiqurrahman ruki
Editor : Rustam Agus
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top