PAN Tak Percaya Hasil Survei Lingkar Survei Indonesia Denny JA

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional atau PAN, Yandri Susanto menuturkan partainya tak akan mengubah strateginya dalam Pemilu 2019.
JIBI | 04 Maret 2019 14:11 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyampaikan sambutan pada Apel Ranting PAN di GOR Manahan, Solo, Minggu (14/1/2018). - JIBI/Nicolous Irawan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional atau PAN, Yandri Susanto menuturkan partainya tak akan mengubah strateginya dalam Pemilu 2019.

Menurutnya PAN tak percaya hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dan mengaku lebih paham kekuatan internal mereka.

“Selama pemilu di era reformasi PAN selalu 5 besar. Ya artinya strategi kami biasa-biasa saja seperti selama ini menggerakan para caleg,” ujar Yandri ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (4/3/2019).

Survei LSI Denny JA pada Januari 2019 menunjukkan ada tiga partai Islam yang berpotensi tidak lolos parliamentary threshold sebesar 4 persen pada 2019, yaitu PAN, PKS, dan PPP. Hanya PKB yang dianggap sudah aman. Survei tersebut mencatat elektabilitas PKB sebesar 9,3 persen; PKS 4,6 persen; PPP 4,1 persen; PAN 1,6 persen di kalangan pemilih muslim.

Menurut peneliti LSI Denny JA, Ikram Masloman, PKS sengaja memilih dua isu ekonomi sebagai barang dagangan utama mereka. Karena kata dia, partai tidak bisa hanya berjualan isu agama saja.

Ia mengatakan salah satu faktor partai Islam mulai menjual isu di luar agama terjadi karena adanya kegamangan. Pada Pemilu 1999 ke 2004, partai-partai yang mengeksploitasi isu Islam tidak cukup mendongkrak suara partai, sehingga mereka mulai mengkapitalisasi isu lain, seperti ekonomi.

Menurut Yandri, PAN sudah menetapkan isu-isu seperti masalah kesejangan, tenaga kerja asing, dan masalah keumatan. Tapi secara spesifik, kata Yandri, PAN menyerahkan hal itu kepada caleg untuk menangkap masalah-masalah di setiap daerah pemilihan masing-masing.

“Jadi sekali lagi strategi kami tidak akan pernah kami ubah. Strategi per-teritorial atau dapil, kemudian ya itu para caleg itu bersaing dengan sehat dan bersinergi di masing-masing dapil. Itu yang kami lakukan selama ini,” ucapnya.

Meski demikian diakui oleh Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan bahwa dalam Pemilu 2019 ini isu yang ditawarkan ke publik harus yang lebih berkaitan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia sepakat, untuk tidak menekankan terhadap politik identitas agama dalam kampanye.

“Kamu juga punya tanggung jawab sebagai partai politik untuk tidak menekankan kepada identitas agama dalam kampanye ini,” tuturnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai amanat nasional, lsi

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup