Informasi Politik Pilihan Warganet: Pro Jokowi Suka Data, Pro Prabowo Senang Simbol Agama

CEO Cyrus Network Hasan Nasbi mengungkapkan hasil penelitian tentang informasi yang dipercaya netizen atau warga internet (warganet) ketika menerima informasi Pemilu 2019 di media sosial.
Aziz Rahardyan | 01 Maret 2019 13:47 WIB
Ilustrasi media sosial - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA — CEO Cyrus Network Hasan Nasbi mengungkapkan hasil penelitian tentang informasi yang dipercaya netizen atau warga Internet (warganet) ketika menerima informasi Pemilu 2019 di media sosial.

Berdasarkan survei Cyrus Network per 23 Januari 2019, terungkap bahwa mayoritas warganet paling percaya informasi Pemilu 2019 dari media massa ternama sebanyak 16,4%, dari topik yang disuka 4,8%, yang menyertakan kutipan tokoh yang disuka 4,8%, menyertakan data-data berupa angka 4,1%, menyertakan potongan ayat atau simbol agama 2,4%, terakhir, yang belum menjawab 66,4%.

"Kalau anda lihat informasi politik di telapak tangan, di telepon genggam, di media sosial, informasi seperti apa yang membuat anda percaya? Ini [warganet] paling banyak [percaya] masih oke, dari media massa," ujar Hasan, Kamis (28/2/2019).

Dari basis suara di atas, ternyata menarik ketika melihat preferensi politik pilihan capres-cawapres di balik penerimaan informasi politik yang mereka percayai.

Di balik suara warganet yang menyebut percaya pada Media massa ternama, persentase pemilih paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebesar 57,9%, sedangkan 39% memilih paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Berdasarkan topik yang disuka saja, 58,3% memilih Jokowi-Ma'ruf dan 39,6% memilih Prabowo-Sandiaga. Berikutnya, informasi berisi kutipan tokoh yang disuka, dipercaya oleh 58,3% pemilih Jokowi-Ma'ruf dan 41,7% pemilih Prabowo-Sandiaga.

Jarak yang cukup jauh ada pada pilihan politik warganet yang percaya informasi berupa data dan angka. Informasi ini lebih dipercaya pendukung petahana Jokowi-Ma'ruf dengan persentase 58,5%. Sedangkan pemilih Prabowo-Sandiaga yang menyukai data dan angka, hanya 39% dari basis suara.

Berbanding terbalik dengan hal tersebut, pemilih Jokowi-Ma'ruf yang percaya pada informasi dilengkapi potongan ayat atau simbol agama begitu minim, hanya 29,2%. Informasi ini terlihat lebih disukai oleh pemilih Prabowo-Sandiaga dengan persentase 62,5%.

"Informasi yang semacam ini ternyata efektif untuk pemilih Prabowo, yaitu memiliki kutipan ayat dan simbol-simbol agamanya," jelas Hasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
media sosial, Pilpres 2019

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top