BPN Prabowo-Sandi Tolak Tudingan Kampanye Hitam Ibu-Ibu adalah Skenario Mereka

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menolak tegas tuduhan aksi 2 ibu yang melakukan aksi kampanye hitam terhadap Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) sebagai bagian dari skenario BPN.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  10:45 WIB
BPN Prabowo-Sandi Tolak Tudingan Kampanye Hitam Ibu-Ibu adalah Skenario Mereka
Jubir Politik BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian/Bisnis - Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menolak tegas tuduhan aksi 2 ibu yang melakukan aksi kampanye hitam terhadap Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) sebagai bagian dari skenario BPN.

"Itu bukan cara kami dalam melakukan kampanye. Yang kami lakukan selama ini adalah kampanye-kampanye simpatik dengan mengedepankan tema-tema yang terkait langsung dengan kehidupan masyarakat. Seperti Aman untuk Semua, Adil untuk Semua dan Makmur untuk Semua," kata Juru Bicara Politik BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian, di Media Center Prabowo-Sandi, Senin sore.

Politikus Partai Keadilan Sosial ini menilai aksi 2 ibu yang videonya viral di media sosial tersebut merupakan murni aksi spontanitas yang dilakukan secara pribadi dan BPN tidak memiliki ikatan dengan ke-2 ibu itu.

Sehingga jika aparat kepolisian melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus ini, BPN Prabowo-Sandi tidak mempermasalahkan.

"Sekali lagi kami tegaskan, mereka tidak memiliki hubungan dengan kedua ibu itu dan BPN Prabowo-Sandi melakukan kampanye dengan cara-cara simpatik, tidak menyebarkan hoaks dan melakukan kampanye negatif kepada pihak lawan," tegasnya.

Dalam video, ke-2 ibu itu menyebutkan jika Jokowi terpilih kembali menjadi Presiden akan melegalkan pernikahan sejenis dan melarang panggilan menunaikan salat fardhu (azan).

Petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Romahurmuzy (Rommy) menuding penyebaran hoaks seperti dilakukan kedua ibu, tampaknya sudah biasa dilakukan kubu Prabowo-Sandi.

"Cara-cara seperti itu tentu saja menabrak semua aturan yang ada. Selain melanggar aturan pemilu, kampanye itu melanggar aturan hukum pidana".  

Rommy yakin berbagai hoaks yang menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin justru akan mengundang simpati pada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu, apalagi mereka mempunyai program dan kinerja yang sudah diakui. (Bisnis.com, 26 Februari 2019 09.31 wib)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top