Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ma'ruf Minta Polisi Tangkap Aktor Intelektual 2 Emak Kampanye Hitam di Karawang

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin minta polisi menangkap aktor intelektual dibalik kampanye hitam di Karawang. Dia takut kampanye hitam seperti itu bisa memecah masyarakat
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  10:28 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat membacakan doa penutup pidato kebangsaan calon Presiden Joko Widodo dalam acara Konvensi Rakyat bertema Optimis Indonesia Maju di International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). - Antara
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat membacakan doa penutup pidato kebangsaan calon Presiden Joko Widodo dalam acara Konvensi Rakyat bertema Optimis Indonesia Maju di International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus dugaan kampanye hitam terhadap calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang terjadi di Karawang, Jawa Barat, diduga didalangi aktor-aktor intelektual.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meminta pihak kepolisian segera mencari dan menangkap aktor intelektual dibalik dugaan kampanye hitam itu. Menurut Ma'ruf, jika aktol intelektualnya tidak ditangkap, maka kampanye hitam berpotensi terjadi lagi.

"Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya. Sebab kalau tidak ini bakal ada lagi keluar. Jadi sumber hoaks itu harus diketahui dan harus diproses," kata Ma'ruf di Kuningan, Jawa Barat, seperti tertulis di keterangan yang diterima Bisnis, Selasa (26/2/2019).

Dugaan kampanye hitam tersebut terlihat dalam video yang beredar beberapa hari lalu. Dalam rekaman itu ada dua perempuan yang menyebut bahwa Jokowi akan melarang memandang azan serta melegalkan pernikahan sejenis jika menang pemilu 2019.

Ma'ruf khawatir dengan maraknya kampanye hitam seperti itu. Dia menyebut kampanye seperti itu bisa menimbulkan konflik di masyarakat.

"Ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini," katanya.

Menanggapi beredarnya video dugaan kampanye hitam tersebut, Polres Karawang telah mengamankan 3 orang perempuan yang terlibat. Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah mengungkapkan ketiga perempuan yang diamankan bernama Engqay Sugiyanti (49), Ika Peranika (45) dan Citra Widaningsih (44).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019 Ma'ruf Amin
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top