Emak-emak Pendukung Prabowo Kampanye Tak Ada Azan jika Jokowi Menang Pilpres 2019

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengakui dua perempuan yang sosialisasi tak ada azan jika Joko Widodo atau Jokowi menang pemilihan presiden 2019 merupakan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo - Sandiaga (Pepes).
JIBI
JIBI - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  13:19 WIB
Emak-emak Pendukung Prabowo Kampanye Tak Ada Azan jika Jokowi Menang Pilpres 2019
Ferdinand Hutahaean - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengakui dua perempuan yang sosialisasi tak ada azan jika Joko Widodo atau Jokowi menang pemilihan presiden 2019 merupakan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo - Sandiaga (Pepes).

SIMAK: Ketua Umum PPP : Kubu Prabowo-Sandi Sebar Hoaks dan Kampanye Hitam

"Ya, betul mereka memang relawan Pepes ya," kata Ferdinand kepada Tempo, Senin (25/2/2019).

Sosialisasi dua perempuan itu diketahui melalui video yang beredar di media sosial. Keduanya berkampanye dari pintu ke pintu dan menyampaikan kepada warga sejumlah hal yang akan terjadi jika calon presiden nomor 1, Joko Widodo menang pilpres.

 "Lamun Jokowi dua periode moal aya deui sora azan, moal aya budak ngaji, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video itu.

Artinya kira-kira begini: "Jika Jokowi dua periode tak akan ada lagi suara azan, tak ada anak-anak mengaji, tak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan dan perempuan boleh kawin, lelaki dan lelaki boleh kawin."

Ferdinand mengatakan ucapan emak-emak itu bukan bentuk kampanye hitam.

Menurut dia pernyataan itu bentuk keresahan dan praduga masyarakat yang khawatir tentang masa depan kehidupan beragama dan moral bangsa.

"Di zaman ini azan pun diributkan dan menjadi perdebatan. Tentu wajar mereka khawatir kalau azan menjadi masalah ke depan," kata Ferdinand.

Soal perkawinan sesama jenis, Ferdinand mengatakan isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender menguat dan mereka seakan-akan mendapat tempat khusus di masa pemerintahan Jokowi, sehingga, kata dia, wajar masyarakat khawatir tentang masa depan moral bangsa.

Menurut Ferdinand, BPN Prabowo akan memberikan bantuan hukum dan pendampingan kepada relawan yang kini sudah ditangkap dan dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat itu.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup